Friday, November 8, 2013

Hidup tak akan bermakna jika untuk diri sendiri

Zaman terus berkembang dan berevolusi..
Teknologi semakin hari semakin modern, tetapi begitukah manusianya..

Semakin hari manusia semakin termakan oleh sistem yang mengatur hidup mereka..
Sistem yang membuat merenggut kebebasan mereka dengan cara seolah memberikan mereka kebebasan penuh tentang apa yang mereka lakukan..
Sistem yang akhirnya mendunia, membuat individu semakin jauh dari individu lain, jauh dari keluarganya, sukunya, komunitasnya, agamanya bahkan bangsanya sendiri..

manusia yang makin modern kini makin banyak yang tak lagi percaya pada dunia, pada manusia lainnya..
banyak manusia yang egois untuk dirinya atau in-groupnya dan kemudian mengorbankan orang lain atau lingkungan-alam sekitarnya..

tapi untuk apa atau siapa jika bukan untuk diri sendiri?
pertanyaan itu seringkali muncul, tapi jawabannya selalu sama, untuk orang lain.
karena saat ku hanya memikirkan diri sendiri diri ini akan selalu merasa kecil
karena kita sendiri dan akhirnya terbentur dengan kematian

manusia memerlukan sebuah entitas yang lebih tinggi darinya untuk menjadi besar..
bergabung pada aliran yang lebih besar.. tapi bukan berarti mainstream..
dengan berbuat untuk orang lain kita pada akhirnya akan merasa ada diri kita yang akan diIngat..

untuk orang lain ini biasanya berbentuk warisan, warisan pemikiran, warisan harta, atau warisan-warisan lainnya..

yang dapat berpindah dan bermanfaat bagi orang lain walaupun setelah kita mati dan dengannya orang lain dapat mengingat kita







Have you fallen for someone?

...That would make me lonely ...I can't allow it

Sunday, September 29, 2013

Waktu yang tak pernah cukup

Semakin kita tumbuh dan berkegiatan bersama orang..
Semakin banyak kita mengenal orang, semakin kita harus menjaga silaturahminya..
Semakin banyak kita mengenal dunia, semakin besar juga tanggung jawab kita atas pengetahuan itu..
Semakin banyak kita tahu, semakin besar kewajiban kita untuk memanfaatkannya..

Semakin Jauh dan Besar mimpi kita, Semakin banyak hal yang harus dipersiapkan dan kerjakan..
Semakin Luas dan Dalam mimpi kita, semakin banyak hal yang harus dipelajari dan tanyakan..

Ya, banyak yang harus dipikirkan, dimaknai dan terutama DILAKUKAN..

Pada suatu titik akan terasa seolah waktu yang kita punya ini tidak cukup untuk melaksanakannya semua..
ditahap perencanaan kita menemukan mimpi yang kita punya dapat benar-benar tercapai butuh waktu 1 tahun, 5 tahun, 15 tahun, 30 tahun sampai bahkan 50 tahun..

Akhirnya apa yang kita kerjakan jadi serba terburu-buru, padahal saat terburu-buru ini kita banyak melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya tak perlu muncul..
kita jadi tidak bisa merasakan sepenuhnya tentang apa yang sedang kita kerjakan hingga akhirnya kita bisa-bisa kehilangan mimpi kita dan malah jadi terlalu sibuk dengan proses kecil..
tujuan akhir kita malah menjadi mengikuti proses yang telah kita lakukan, padahal harusnya cara kitalah yang mengikuti tujuan akhir..

Banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan, mulai dari membaca buku, belajar kemampuan baru, menghabiskan waktu berdiskusi atau melakukan perjalanan-petualangan..

Tetapi banyak juga hal tidak menyenangkan yang malah menyita waktu kita untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan itu, seperti tugas yang kebanyakan nilainya kecil tapi sangat menghabiskan waktu, ataupun pekerjaan-pekerjaan kecil seperti mencuci baju atau membuat catatan pelaporan..

Selain itu, semakin kita tua, semakin banyak kita tahu banyak hal menyenangkan diluar sana yang dapat kita lakukan, banyak hal luar biasa yang dapat didengarkan dan rasakan, banyak tempat menarik yang ingin dijelajahi, banyak ilmu menarik yang ingin dipelajari, banyak orang yang membutuhkan yang ingin kita bantu, banyak orang tercinta yang ingin kita bahagiakan..

tapi semua itu tidak dapat dilakukan dalam 1 kali jangka kehidupan..

apalagi waktu kita terus dikurangi dengan kita melakukan hal yang sia-sia dan tak berguna..

Kita harus dapat menentukan prioritas untuk mana hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, dan diimbangi dengan pikiran positif dan motivasi yang kuat..

Ya, tak bisa dipungkiri waktu kita tak akan pernah cukup untuk melakukan semuanya..
Akhirnya semua kembali kepada pilihan kita, mana yang membuat kita paling bermakna..
Terlalu banyak yang kita inginkan tapi terlalu sedikit waktu yang kita punya untuk menggapainya..

Waktu sangatlah mahal bahkan terlalu mahal untuk bisa dihargai, waktu tidak dapat ditarik mundur kembali, tetapi kenapa masih banyak dari manusia yang membuang-buang waktunya ataupun menukarkan waktunya untuk suatu hal materi yang kecil.

human psychology of time


Sunday, September 22, 2013

Tembok baru, Ujian naik level

Akhir-akhir ini ku makin banyak mencemaskan hal-hal tentang masa depan..
tapi tentu saja hal ini wajar, karena di tahun terakhir adalah masa transisi dimana kita harus bersiap untuk berpindah dari tempat yang kita telah beradaptasi menuju ke jenjang yang tidak pasti dan menuntut kita untuk kembali berada di kondisi tidak nyaman, kondisi untuk kembali bersusah-susah untuk beradaptasi

kondisi yang terus terulang dan tiap pengulangan siklusnya makin berat, saat ditahun akhir SD menuju pilihan SMP tidak terlalu dipikirkan, karena orang tua yang memikirkannya. saat SMP menuju SMA kita mulai memilih kemana kita akan melanjutkan, karena disini kita sudah punya lebih banyak teman dan teman telah menjadi salah satu support system bagi kita saat itu, sehingga pertimbangan kemana akan lanjut cukup andil besar dari mereka. Saat ditahun terakhir SMA, memilih Kuliah jadi lebih besar lagi otoritas dari sendirinya, karena pada tahap ini kita punya cukup banyak informasi, pilihan yang tersediapun beragam, dan pada diri kita telah tertanam value dan telah dibalut dengan minat serta mimpi pribadi diri kita masing-masing, walaupun tetap ada unsur pertimbangan dari orang tua yang cukup besar. tetapi saat SMA ini kita telah dapat berargumentasi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Dan kini aku kembali sampai di tembok besar itu lagi, di tahun akhir masa Kuliah S1, kini pilihan menjadi begitu berat, karena perubahan berikutnya akan berefek lebih besar dan panjang dari sebelumnya.

Antara Bekerja atau langsung melanjutkan studi, jika bekerja akan bekerja apa sedangkan kalau ingin melanjutkan studi, melanjutkan studi apa dan dimana. belum jika harus memasukkan kemungkinan untuk tidak lagi hidup sendiri, pertimbangannya menjadi makin sulit.

kini persiapan dan yang harus dipikirkan tidak lagi seperti sebelumnya yang dapat dipikirkan dan didiskusikan dengan singkat, kini persiapan untuk masuk ke jenjang selanjutnya perlu lebih dipikirkan karena untuk mendapatkan hasil yang minimal saja perlu Usaha dan Usaha apalagi jika ingin hasil yang paling maksimal, tentu harus lebih.

dari kegiatan hari ini, yaitu ke osaka study aboard and job fair, aku kembali menyadari bahwa aku harus mempersiapkan diri untuk menuju jenjang berikutnya dengan lebih baik, ibarat lompat jauh, kita perlu ancang-ancang yang mantap dan pas untuk mendapatkan lompatan yang jauh dan pendaratan yang sempurna. SO LET'S PREPARE THE FUTURE..

Wednesday, September 11, 2013

Semester Baru dipenghujung tahun

Tak terasa memang tiba-tiba 3 tahun telah berlalu dan sekarang ku telah berada disemester 7..

makin banyak wajah yang tidak farmiliar di kampus, mahasiswa baru sudah mulai meramaikan dunia perkampusan..

saat ku berpikir kembali kebelakang, tentang apa yang sudah aku hasilkan dan lakukan selama ini..
ternyata apa yang telah kulakukan selama ini masih sangat-sangat-sangat sedikit, padahal kukira yang kulakukan selama ini telah banyak.. hal ini kusadari saat kucoba melihat ke prespektif yang lebih luas, ternyata memang aku telah melihat aku melakukan banyak hal sebagai individu untuk satu waktu, yaitu saat aku ada disana, dan sepeninggalanku entah dapat terus berjalan atau tidak.. dan ternyata aku sama sekali belum menurunkan cukup hal ke orang yang meneruskan apa yang aku telah mulai selama ini..

saat berbicara secara sistem besar, aku tiba-tiba menjadi kecil, karena ternyata aku selama ini hanya sukses ditataran kelas bawah dimana 60% orang berjuang disana.. saat tiba-tiba masuk ke tingkat yang lebih tinggi dimana 30% orang yang menggerakkan mayoritas orang ini, aku merasa sangat kecil, tidak ada apa-apanya dan benar-benar kosong saat berada ditataran kelas menengah ini, dan ternyata masih ada tingakatan yang lebih tinggi lagi dimana yang menggerakkan kekuatan yang ada disekitar..

tampaknya memang aku harus kembali belajar dan belajar, berlatih dan berlatih, serta memperbanyak datang ke majelis ilmu untuk terus mencari suatu pengetahuan serta pemahaman baru

Thursday, August 15, 2013

Bulan Purnama

Bulan purnama adalah saat bulan sempurna bulat terlihat dengan memancarkan secara penuh sinar matahari pada dirinya..

saat dimana bulan terlihat begitu cantik dan memancarkan energi yang begitu besar..

energinya dapat menarik lautan jadi lebih tinggi dan merubah seorang manusia menjadi werewolf..

bulan saat bulan purnama akan terlihat berkali-kali lipat lebih besar dari biasanya.. apalagi disaat super moon..

bulan purnama begitu menentramkan dan sangat indah, ditambah dengan hamparan bintang disekelilingnya dapat membuatku melihat dan menikmatinya selama berjam-jam..

saat bulan purnama ini pula energi manusia meningkat cukup tinggi, untuk bermeditasi menjadi lebih mudah untuk dapat merasakan sekeliling kita, menyelami diri kita..

Wednesday, August 14, 2013

Diary 50 tahun

padahal awalnya kuingin banyak menulis dilburan ini..
tapi hanya berakhir pada kebanyakan baca..

padahal sudah banyak ide tulisan yang harus dikeluarkan..

hal ini membuatku salut dengan yang dilakukan oleh eyangkungku..
Beberapa hari yang lalu setelah kami sekeluarga besar mengadakan pengajian mengenang 2 tahunnya eyangkung, eyangti menceritakan bahwa sepeninggal eyangkung, saat berusaha membersihkan kamar, menemukan banyak kertas yang berisi tulisan, yang ternyata itu adalah catatan-catatan atau bisa dibilang diary milik eyangkung.

dalam catatan itu mulai dari tertanggal 1962 sampai terakhir tanggal 1996 yaitu sewaktu eyangkung mulai terkena stroke..
waktu yang panjang dan konsisten terus menerus ada tanpa ada orang yang tau..
ditumpukan catatan itu juga terdapat surat-surat yang ditujukan ke orang lain yang memang sengaja tidak terkirim, pemikiran dan pendapat eyang juga disampaikan dalam tulisan itu..
selain itu juga terdapat beberapa novel tulisan eyang dan ada pula beberapa cerita wayang dan puisi..

tak banyak yang aku tahu tentang eyang karena eyang lebih banyak terdiam dan berpikir, mungkin karena kurang peduli tetapi ternyata eyang mengatakan bahwa "Mencinta Dalam Diam", walaupun diakhir didapat kesimpulan bahwa diam memang adalah kekuatan, tapi itu adalah kekuatan yang paling lemah..

setiap ketidaksukaan eyang dan nasihat eyang ternyata semua tersimpan dengan sangat baik dalam tulisan-tulisannya.. tulisannya indah puitis, mengena namun tidak frontal..

dari sana kudapat beberapa insight, yaitu:
1. Be Assertive, bila tidak suka sampaikan agar orang lain tahu apa yang benar-benar kita rasakan dan bahwa kita peduli
2. tulislah agar suatu saat nanti orang lain bisa paham yang sebenarnya kita lakukan, karena kadangkali memang apa yang kita lakukan akan kurang berhasil jika terlalu banyak orang tahu dari awal
3. menulislah agar suatu saat kita bisa melihat kembali diri kita dimasa lalu

Thursday, July 18, 2013

Generasi Pemuda Kini

makin hari makin banyak kulihat mereka yang tidak memikirkan masa depan..
bersenang-senang denga masa muda mereka..
bertumpu dengan orang tua dan merasa nyaman dengan itu..

walaupun tak bisa kupungkiri diri ini juga masih kurang berfokus pada masa kini dan masa depan..

dari mereka terlihat kemanjaan..
ingin untuk serba instant..
banyak memilih diam dan melihat orang lain bergerak ketimbang mereka sendiri bergerak..
banyak meminta tapi sedikit memberi..
lebih banyak mengeluh..

salah siapa sampai generasi muda jadi seperti ini?

salahkah pendidikan orangtuanya?
orang tua yang hanya pergi bekerja dan meninggalkan anak mereka begitu saja..
hanya ditemani komputer mereka, ataupun gadget mereka, atau hanya ditemani TV..
alhmadulillah jika ada perawat yang memberi mereka perhatian..
anak menjadi nakal dan manja karena mereka butuh perhatian..
saat mereka baik mereka didiamkan, namun saat mereka nakal atau manja mereka mendapat perhatian..
yah.. mungkin itu..

salahkah pendidikan sekolah sekarang ini?
pendidikan yang melihat hanya pada nilai semata..
tanpa banyak melihat perilaku dikelas dan sehari-harinya..
membuat berbagai hal dilakukan untuk mendapatkan apa yang namanya nilai..
mereka yang nilainya bagus walaupun jelas-jelas berbuat salah lebih dihargai..
mereka yang berprestasi namun nilainya kurang karena suatu hal malah tidak dihargai..
menjadi siswa yang penurut sangat dicari dan ditekankan.. baik itu buruk..
pendapat dan berpikir sangat dibatasi..

salahkah lingkungannya?
lingkungan sekarang sudah semakin liberal dan sekuler membuat orang jadi begitu mengejar kebebasan..
kebebasan kosong.. karena saat kebebasan itu didapat mereka seperti burung yang berusaha keluar dari sangkar mereka, namun setelah keluar mereka sadar mereka tidak tahu cara terbang yang mereka lihat dari balik sangkarnya..
pilihan mereka banyak, namun karena banyak pilihan itulah mereka bingung..
yang biasanya menunggu diberi makan, menjadi harus mencari makanan sendiri, memilih yang mereka mau..
tapi sayang apa yang dimau itu kadang tidak baik dan sesuai dengan diri..
karena banyak yang ternyata belum paham dengan diri sendiri mereka sendiri tapi sudah sok mengerti dengan apa yang dilakukan oleh orang lain..
salah sedikit saja memilih lingkungan yang tidak dapat mengajarkan kita cara untuk terbang, kita malah terjerumus jatuh ke jurang kegelapan..
keluar dari kegelapan itu sangat sulit, karena kita harus meninggalkan indera yang paling kita banyak ikuti dan percaya.. dan mulai menggunakan indera lainnya untuk keluar dari kegelapan..
banyak dari mereka yang tidak mau melepaskan indera pengelihatannya, walaupun tau pengelihatannya hanya membuatnya semakin takut, semakin panik dan malah membuat pikiran semakin kacau dan akhir terjerumus..

salahkah media?
media juga sangat berperan disini..
banyak pesan-pesan negatif yang berseliweran dimana-mana..
acara-acara yang hanya mengejar rating tanpa melihat dampak dan konsekuensi jangka panjangnya..
menampakkan hal kriminal dan hal buruk lainnya yang terus ditampakkan sepanjang hari..
media mendistorsi banyak hal untuk mendapatkan suatu berita..
mengambil satu sisi saja agar seolah menjadi sebuah hal besar untuk memicu berita..

kelunturan kontrol sosialpun menjadi hal yang lama-lama dianggap wajar..
ketidakpeduliaan muncul dimana-mana..
padahal didalam hati mereka sangat mungkin terdapat hati-hati dan pemikiran-pemikiran yang dapat membawa perubahan dan perbaikan..

Tuesday, July 9, 2013

MABA!!

Tak terasa sekarang sudah tahun terakhir..

senang rasanya saat punya adik baru lagi..
mereka yang masih bersemangat dalam menghadapi kuliah..
mereka yang masih penuh antusias dan keingintahuan yang tinggi..
mereka yang masih haus akan pengalaman hidup..
mereka yang berusaha mencoba memasuki kehidupan menjadi orang dewasa..

banyak yang mereka perlu tahu..
banyak yang mereka tidak tahu..
agar tidak terjerumus pada hal-hal yang salah..
perlu orang lain yang dapat membimbing mereka..
memberi mereka pembanding dan cerita..
memberi mereka pengalaman dan nasihat..

tentu mereka ingin bebas, kebebasan setelah lama terbelenggu dalam rutinitas pendidikan..
tentu mereka ingin merasakan sendiri dunia baru ini, tapi bukan berarti dengan penuh resiko..
tentu mereka ingin diterima dan diakui, tapi tentu penerimaan dan pengakuan tidak akan didapat semudah membalikkan telapak tangan..


Friday, July 5, 2013

Tonight, Mencari Gerbang Dunia sana...

Hari ini awalnya dimulai dengan sangat berat,
Beberapa hari sebelumnya semua kurang berjalan dengan yang kuharapkan..

Di Pagi Hari tadi, hari pertama kucoba tanggalkan Self-deception atas diriku sendiri..
Memang semua terasa lebih berat dan jad mengerikan.. tapi Inilah langkah pertama untuk perubahan kearah yang lebih baik, yang lebih sehat..

Sembari menunggu kembali bus deborah untuk menuju tempat magang, karena tertinggal 1 siklus bis, yang berarti harus menunggu selama 1 jam..

sembari menunggu bis yang masih lama hadir, kucoba membaca-baca laporan dan pekerjaan yang harus segera ditindak lanjuti.. ternyata banyak hal yang harus segera ditindaklanjuti..

Satu per satu coba kupikirkan, dan kucari mana yang bisa diselesaikan saat itu juga ataupun saat berada diatas bis nantinya..

setibanya ditempat magang, akhirnya bisa bertemu dengan supervisor yang beberapa waktu terakhir keluar kota, berbicara mengenai laporan magang ini kedepannya, dan tampaknya telah terputuskan judul laporan magangnya dan kontennya.. tinggal direalisasikan aja.. hohohoo..

---

Diwaktu Makan Siang, ternyata Hari itu ada makan-makan dari ibu kepala bagian,
Makannya Mewah dan banyak banget.. Makanannya Enak, dan suasana orang-orang sebagian terasa sangat dekat, penuh dengan canda dan suka cita.. nyaris saja melewati pantanganku untuk makan kenyang..

---

Dan Sorenya sepulang magang, hari ini special, malemnya tidak hujan setelah beberapa hari terakhir hujan terus..
Seusai Sholat Magrib, Akupun bersiap dengan kostum dan peralatanku untuk melewati jalur gelap dan panjang itu.. Jalur Setengah Lingkar Luar UI, Jalur Jogging Favoritku..

Usai pemanasan selama 10 menit, akupun mulai berlari dan berlari, entah ada apa dengan UI tapi hampir semua lampu disepanjang jalur dimatikan, hanya lampu di gerbatama, depan asrama dan Pertigaan teknik saja yang menyala..

Yang menarik dari jogging kali ini adalah akhirnya kutemukan gerbang yang kemungkinan menuju tempat makhluk diluar manusia, yang dapat menjelaskan kenapa disepanjang jalur itu jarang terlihat apapun (selain karena gelap gulita) dan banyak longlongan anjing saat malam..

gerbang itu cukup besar dan berada ditempat yang biasanya terbuka saat siang, tapi saat itu juga masih setengah terlihat karena pandangan mataku tertutup kabut yang cukup tebal..

Atau mungkin adakah syarat yang harus terpenuhi untuk dapat menemukannya..

mungkin karena waktunya, malam jum'at ganjil setelah hujan, diantara magrib dan isya'..
atau karena yang lain, berbaju hijau biru, menggunakan barang 5 penjuru mata angin, tanpa sengaja bentuk tulisan tulisan tertentu, atau dengan menggabungkan 2 warna merah dan putih untuk membuka warna..

entahlah, awalnya sangat ingin masuk, tapi karena biasanya klo sendiri biasanya akan lama keluarnya jadi mungkin lain kali saja, ngajak temen dulu, lagipula makin kesini makin sulit bagiku untuk melihat mereka..

So, Mari Kita jogging saat malam Jum'at Depan, jalur setengah lingkar luar UI yang lampunya mati semua itu.. It's So Thrilling.. Melatih Night Vision dan melatih sensitifitas kita pada diri sendiri dan lingkungan..



Thursday, July 4, 2013

Kenapa Perfectionis?

Perfectionism banyak disebabkan karena sistem pendidikan kita diIndonesia yang berasal karena anak-anak dari kecil telah diminta untuk “perform” pada ujian yang diberikan terlalu awal pada tahap perkembangan mereka.  Dan gurupun ikut memberikan reinforcement pada perfectionism dengan hanya memberikan pujian pada pekerjaan atau perilaku yang sangat baik juga.

Selain itu, orang tua yang terlalu sering mengkritik anaknya dan memiliki standar tinggi pada anaknya juga makin memperkuat kepribadian pada anak. Yang pada akhirnya membuat seolah diajarkan oleh perilaku orang tuanya bahwa anak-anak dapat berperilaku lebih dan lebih, dan akhirnya mengajarkan bahwa tidak ada yang cukup bagus.

Ketakutan kita untuk mengecewakan orangtua yang akhirnya membuat kita jadi perfectionism , karena dengan tidak mengecewakan  orangtua membuat kita mendapat menerimaan dan perhatian.

Selain karena lingkungan, menjadi prefectionis adalah tentang bagaimana seseorang beradaptasi dengan munculnya perasaan ketidakjelasan dan ketidakamanan, yang akhirnya dipilihlah cara aturan yang sangat baku yang mana kadang membuat kita tidak dapat berfungsi dengan baik. Yang secara perlahan itu kan membuat perfectionis menjadi sulit menemukan passionnya, menjadi kreatif, dan perasaan menyenangkan saat menemukan ide dan minat baru.

(cont'd)

Sunday, June 30, 2013

The Slowness in Motion

Disaat biasanya ku berjalan dengan cepat, dengan banyak memandangi indahnya langit
merasakan sejuknya angin dan segarnya alam, melihat banyak kedalam diri..

Namun hari ini kumerasa ada yang berbeda, ada sesuatu yang kurang dan perlu ditambahkan..
kuberusaha untuk mencari itu dari dalam diri, saat itu tak kutemukan kucoba lari ke alam sekitar, dan saat tak dapat kutemukan itu, coba mulai kucari dari orang lain..

Kali ini ku berjalan lebih lambat, sangat lambat, perlahan dan penuh perhatian pada orang lain..
kulihat banyak kebahagian diraut wajah mereka
mereka yang berkumpul dalam rekreasi penuh kesantaian..
bersama keluarga mereka
bersama kelompok teman mereka
antara sahabat
antara pasangan
hubungan antara, ayah dan anak laki-lakinya..
antara ibu dan anak perempuannya..

dari sana ada kesederhanaan, ada kebersamaan.. kekeluargaan..
kebahagiaan itu sederhana untuk didapatkan..
melakukan sesuatu hal bersama dalam suasana tanpa tekanan..
saling berbagi tawa dan perhatian
kedekatan antara dua manusia memang indah..

Senang rasanya hari ini dapat berkeliling memandangi keindahan hubungan antar manusia..
Semoga Banyak juga orang yang dapat merasakan kebahagiaan dari keindahan kedekatan antar manusia ini..

Saturday, June 15, 2013

Harmoni Senyum dan Para Pendekar (Part II)

Tiga tahun telah berlalu..

Tak Terasa memang, tetapi tidak semua tiba-tiba jadi seperti ini..
Ada Jalan Panjang yang telahku lewati..

Dimulai dengan Diajak oleh temanku diawal psikologi, Nazmi, yang kini kuliah di ITB, 
Aku ikut menemaninya untuk ikut mendaftar gandewa dan mengikuti proses seleksinya saat Open House
Awalnya aku hanya mendaftar untuk masuk AAJ Psikologi saja, karena di SMA aku termasuk pelopor organisasi Jejepangan di SMA 1 Solo, dan mengikuti beberapa Komunitas Jepang di Solo, berharap aku bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan selama 3 tahun sebelum aku masuk psikologi.
Tapi apa dikata, Gandewa adalah organisasi yang paling mengurusi perekrutannya sejak awal, dan yang paling secara gamblang melakukan seleksi.

disana aku belajar banyak..

Belajar tentang berjuang..

Belajar tentang Hidup..

Belajar tentang Alam..

Belajar tentang Kenyataan..

Dengan bimbingan yang keras selama 1 semester dengan penggemblengan FISIK dan MENTAL, 
akhirnya aku dapat berkembang dari yang awalnya sakit-sakitan jadi Sehat Bugar penuh Stamina..
Yang awalnya Pencemas dan Terlalu Hati-hati kini jadi Optimis dan Percaya diri..

Disana Aku mendapat Keluarga Baru, Sahabat Baru, Teman Baru dan Banyak Pengalaman Baru..
Memperluas Horizonku yang terbatas.. aku menjadi dekat dan sangat dekat dengan teman-teman seperjuanganku selama 1 semester dari yang ada 50 orang tinggal menjadi 4 orang saat pelantikan..
Tempat Berbagi dan Saling bercerita.. #MengenangMasaItu
Banyak kisah Suka dan Duka telah terjadi, pertengkaran, pertentangan, Amarah, yah.. itulah keluarga..

Sampai akhirnya kini kuberada diposisi yang sekarang.. setelah setahun yang lalu menjadi seorang oposisi yang terlalu sering dan hampir selalu mempunyai pandangan yang agak berbeda dengan pemimpin sebelumnya.. banyak melakukan kritik dan saran evaluasi..

waktupun dengan cepat berlalu..

Tiba-tiba Ketua sebelumnya hilang dari peredaran, meninggalkan masalah lama yang tak terselesaikan ditambah beberapa masalah yang tidak seharusnya ada.

Daripada mengutuki kegelapan aku memilih untuk membakar diriku untuk menerangi kegelapan

sebuah kata-kata yang cukup menggambarkan memang, dimulai dari situ aku coba kumpulkan data dan pendapat dari anggota gandewa yang masih aktif dan para ketua-ketua sebelumnya untuk meminta petuah, membuat perencanaan dari pengalamanku 3 tahun ada di Gandewa, serta tukar pendapat dengan angkatan 4 lainnya. sampai pada akhirnya aku putuskan untuk aku maju sebagai ketua dengan VISI Kembali Ke Alam dan Misi-Misi turunannya yang cukup banyak, Proker dan TimeLine kasarpun sudah siap untuk disampaikan, tak lupa kubuat GrandDesain organisasi ditambah Peta kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki Gandewa terutama Manusianya. Namun beberapa hari sebelum pemilihan...

Restu dari Orang Tua untuk jadi Ketua tak dapat ku Kantongi..

padahal sangat jarang bagiku untuk mendapat larangan, karena biasanya aku hanya diberi pilihan dan nasihat lalu membiarkanku untuk memilih keputusanku sendiri, dan mau ngga mau setelah berargumentasi beberapa hari akhir dengan berat hati aku tidak dapat melanjutkan keinginan kecilku itu.

karena yang tidak diperbolehkan adalah jadi ketua.. Akupun Berpikir.. dan Berpikir..

sampai akhirnya aku mencoba untuk melihat dari prespektif lain, dan terpikir untuk menjadi leader yang baik itu tidak harus secara formal menjadi leader. leader yang luar biasa adalah leader yang dapat mencetak lebih banyak leader. akhirnya coba aku lihat kembali sumber daya yang dimiliki oleh Gandewa dan akupun membuat beberapa penyesuaian dimana rencana besar yang kumiliki ini tetap dapat berjalan tanpa perlu diriku untuk menjadi ketua. Rencana barupun malah ternyata jadi lebih matang dan dapat lebih konkret.

Setelah Rencana cukup matang yang dibutuhkan kemudian adalah orang-orang lain yang dapat mendukung rencana ini untuk dapat berjalan. saat satu per satu anak Gandewa aku coba temui memang banyak yang tercengang dan terkaget mendengar rencananya, karena sudah sangat detail dan mewakili masalah-masalah yang perlu gandewa selesaikan serta menyertakan pula peningkatan-peningkatan yang mereka cari.
yang mana dari situ malah memunculkan masalah karena semua mempertanyakan "kalau rencananya sudah sebagus ini kenapa bukan kamu yang maju?", mungkin benar pertanyaan seperti itu yang terlontar, karena sebagus apapun rencananya kalau tidak dilakukan oleh yang punya rencana, pasti akan banyak yang jadi berbeda dengan rencana awalnya.

Sampai Akhirnya tiba saatnya pemilihan ketua baru... (Lanjut Part III)






Saturday, June 1, 2013

Perjalanan Panjang Dimulai dari Sebuah Mimpi Besar

Beberapa Hari terakhir makin banyak terpikir dan menjadi pertanyaan bagiku..

Akan Kemana Diri ini akan meneruskan Hari Esok...

sampai sekarang Alhamdulillah langkah yang kuambil masih sesuai dengan tujuan Besarku
Untuk Memahami Manusia dan Dapat Memaksimalkan Potensi-potensi yang dimiliki Manusia
Untuk Mencari Tentang Kebenaran, Misteri tentang penciptaan manusia terutama diri sendiri
Untuk Mempersiapkan Hari Esok yang Abadi setelah dunia yang Fana ini

Lalu Bagaimana Tujuan itu dapat tercapai..

Hal paling dekat yang telah dilakukan dan akan terus dilakukan adalah mempelajari Psikologi, Ilmu tentang perilaku dan pikiran manusia, sebuah ilmu yang sangat mengerikan dan berbahaya bila jatuh ditangan yang salah, tentang bagaimana seseorang berlaku, mengapa mereka berlaku seperti itu, memprediksi masa depan seseorang dan tentang cara mengubah seseorang.

Ilmu yang akan makin terus berguna karena dengannya diri ini sangat mungkin untuk dapat memahami orang lain daripada orang itu memahami dirinya sendiri. Peminatan yang kupilih juga adalah 2 Ilmu dikutub yang berlawanan yang membentuk psikologi secara utuh, Peminatan Psikologi Sosial, dimana aku belajar tentang bagaimana seseorang berpikir dan berhubungan dengan orang lain. dan Peminatan Psikologi Klinis, dimana aku belajar tentang Individu per Individu dan perbedaan maupun persamaannya dengan Individu yang lainnya.

Selain Peminatan yang kuambil kucoba untuk membuat skripsi tentang hal positif tentang manusia, tentang bagaimana mereka bisa mencapai self-trancendence, mencapai kebagiaan, ketengangan, dan bagaimana seorang dapat menjadi pahalawan bagi orang-orang disekitar mereka. Tentang Bencana dan Perkembagan mereka setelah dapat melampaui bencana tersebut. tentang bagaimana orang dapat sembuh dari sebuah kesakitan dan berkembang. tentang bagaimana seorang dapat menjadi pribadi yang dapat jatuh dan bangkit lagi dan lagi.

Organisasi yang kupilihpun apa yang nantinya dapat menjadi bekalku dikemudian hari, FUSI dan Gandewa ditambah sepintas Menjadi SosMas BEM UI. Di SosMas kubanyak belajar tentang bagaimana turun ke masyarakat untuk dapat berkontribusi nyata, melihat kenyataan, dan merasakan yang sebenarnya dirasakan mereka yang kurang beruntung jika dibandingkan diriku, disana ku makin melatih sensitifitas dan sudut pandang baru yang berbeda. Di FUSI kubelajar tentang agama, tentang keyakinan, dan tentang perjuangan, dimana kubelajar untuk Iklas, Berbagi dan mengembangkan Umut, Berpikir kalau Niat kita harus selalu karena ALLAH Swt. yang dengannya semua yang berat jadi ringan, tempat kubelajar Tanggung Jawab dan Rasa Kebenaran, Kejujuran serta Kepemimpinan. Disini kubelajar untuk dapat berdakwah, menjadi panutan yang nantinya akan sangat berguna untuk menebarkan kebaikan. Kemudia di Gandewa, dimana kubelajar tentang kehidupan, tentang kebesaran ALLAH Swt., Tentang Diri sendiri; disini kubelajar tentang arti sebuah keluarga dan persahabatan, berjuang bersama dengan taruhan hidup dan mati, belajar melalui pengalaman terberat, belajar menaklukan diri sendiri, terbentuk juga diri ini menjadi diri yang baru, Mental yang lebih kuat, Fisik yang lebih kuat, serta ilmu untuk bertahan hidup yang lebih baik. dari sini aku juga belajar tentang arti dari "solitude" dan Mindfullness. belajar tentang arti kerjasama dan melihat manusia sebagai individu sebenarnya tanpa topeng-topeng mereka. merasakan dunia yang seharusnya manusia ada disana.

Setelah Lulus Nanti Akan Kemana?

Yang selama ini masih terpikir bagiku adalah setelah ku lulus jadi sarjana atau bahkan sebelum lulus, aku kan coba untuk belajar dan belajar lebih banyak tentang banyak hal ke orang lain, bukan hanya sekedar membaca, belajar tentang kebudayaan sendiri, Ilmu Storytelling wayang jawa, belajar tentang ilmu-ilmu agama, Al-Qur'an-Hadist-Bahasa Arab, Ilmu Terapi dan Pengobatan Non-Kedokteran, Energy Healing-Obat Herbal-Akupuntur-Positive Theraphy, ditambah sedikit ilmu "Meramal".

Kenapa?

karena selagi masih muda dan kuat, aku ingin mencari kebenaran itu diseluruh dunia, aku ingin belajar lebih banyak, aku ingin mengenal orang-orang yang luar biasa diluar sana, ku ingin mengetahui tentang manusia dan dunia ini. dengan belajar tentang orang lain, aku akan dapat mengenali diri sendiri, saat ku mengenal diri sendiri aku akan dapat mengenal Tuhanku. aku ingin mengetahui apa yang hanya diketahui oleh sedikit orang, dan dapat bertahan selama waktu yang sangat lama.

Ya, Aku Ingin Berkeliling Dunia..

Maka Aku Perlu Belajar Untuk Cepat Beradaptasi dan Hidup dengan Kemampuanku Sendiri. 
Bukan Hanya untuk diriku saja, tapi minimal bagi Keluarga Kecil Kelak dan Yang Pasti untuk Orang Lain secara lebih Luas. Aamiin..

Thursday, May 30, 2013

Harmoni Senyum dan Para Pendekar (Part I)

Setelah beberapa UAS kelas berat terlewati sekarang bisa mulai kembali menulis
walaupun sampai sekarang masalah tentang membuat tulisan yang baik masih kurang

Langkah Awal Memang Yang Paling Berat

seperti biasanya, yang kulakukan hanya freewriting tanpa editing..

tulisan yang dari beberapa hari lalu ingin berusaha kutulis tapi tugas pada akhirnya memblocking pikiranku untuk dapat mulai menulis..

Seperti yang lalu, Ideku bermunculan terlalu banyak dalam satu waktu dan cepat menguap bila tidak segera diikat dengan tulisan. bahkan ditengah aku sedang menulis terus bermunculan saja ide tentang hal yang harusnya kutuliskan disini, untuk hal yang pertama tadi ada sebuah studi menarik tentang Ide, yaitu Ide brilian yang tiba-tiba muncul seringkali adalah ide yang sangat bagus, dan tidak akan muncul lagi bila tidak diikat (dicatat atau direkam) dalam 7 menit setelah ide itu muncul. Jadi akhir-akhir ini makin sering merekam dan menulis dibuku catatan kecil..

Oke.. Lagi-lagi aku melenceng dari yang awalnya ingin kusampaikan..

Kembali Ke Topik..

Ya.. tahun ini adalah tahun ketigaku di psikologi dan juga tahun ketigaku di 2 Lembaga yang cukup WAH di psikologi, yaitu FUSI dan Gandewa, 2 organisasi yang membesarkanku di psikologi, 2 organisasi yang paling aku sayangi, dan 2 organisasi yang ku akan terus mengabdi disana minimal sebagai mahasiswa.

Tiga tahun sudah lalui dengan penuh arti dan pembelajaran, FUSI yang merupakan lembaga dakwah Islam Psikologi UI, Berdakwah Islam di fakultas yang paling menekan kegiatan keagamaannya disertai dengan tingkat agnositas orang-orangnya yang dikata paling "kritis" ini, kegiatan beragama dan beribadah jadi sesuatu yang aneh, tapi disana jugalah tantangan dan insyaAllah sumber pahalanya, selain itu di tahun ketigaku berdiri juga musholla baru yang telah diperjuangkan oleh FUSI selama 10 tahun terakhir, Alhamdulillah, tapi itu bukan akhir tapi baru awal, awal dari perjuangan, ini menjadi awal lagi karena ternyata banyak hal yang perlu dibenahi dan seharusnya dilakukan dari dulu tapi entah mengapa belum dilakukan.

Disaat Tawaran untuk menjadi Core Team atau Pengurus Inti FUSI tentu saja dengan senang hati kuterima, walaupun sebenarnya menawarkan diri karena sudah ada beberapa mimpi yang ingin diwujudkan di FUSI hasil dari Pencalonan sebagai ketua FUSI. Berawal dari Mimpi-mimpi yang ingin kugapai untuk FUSI, aku mengajukan sebuah sistem baru karena disistem lama aku merasa kurang cocok untuk berada didalam sistem tersebut dengan keunikan-keunikan yang aku miliki ini, sekaligus memunculkan departemen-departemen yang seharusnya dimiliki oleh FUSI sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa setingkat BEM, terkait bagaimana FUSI berhubungan dan dipandang oleh orang-orang yang berada diluar FUSI dan oleh Anggota FUSI itu sendiri.

Berangkat dari Ide untuk membuat FUSI lebih dapat dikenal dengan baik oleh seluruh civitas Psikologi UI dan khayalak luas, muncul VISI untuk membuat FUSI dapat selalu #SENYUM yang memiliki kepanjangan Sederhana, Menyeluruh, Unik dan Dinamis. Untuk pada akhirnya dapat berjalan dan dapat tersampaikan kepada semua tingkatan tanpa kesan sesuatu yang berat dan susah dengan tetap tidak mengurangi informasinya. disayangkan saat ternyata FUSI belum ada Platformnya untuk melakukan hal tersebut, sehingga muncullah MMC, Media, Marketing dan Communication, yang mana dibawah membawai 3 Departemen Baru untuk mencapai tujuan dan capaian barunya. yang tujuan besarnya adalah membuat FUSI dapat lebih dikenal dengan baik oleh seluruh civitas.
Medis, departemen yang fokus pada permediaan yang dapat dibaca dan punya bentuk konkret;
Humas, Biro yang berubah fungsi menjadi departemen, karena bertujuan untuk secara aktif membangun hubungan dan jaringan yang lebih dekat terhadap Dosen, Fakultas dan teman-teman seperjuangan Lembaga Dakwah lainnya;
Marketing, Departemen baru yang berusaha membumikan FUSI melalui produk khusus yang sekaligus juga mengenalkan sisi lain dari FUSI,

Banyak Hal telah dipikirkan agar nantinya MMC ini dapat berfungsi sebagai motor kreatif untuk menampilkan FUSI dengan lebih menarik yang dapat membuat orang lain untuk dapat mampir dan pada akhirnya turut serta. Branding Organisasipun dibuat agar apa yang FUSI sampaikan ini dapat lebih mencerahkan , mudah diingat, mudah dipahami dan yang paling penting adalah Unik, Berbeda dari yang lain.

Continue Part II


Sunday, May 26, 2013

Kaderisasi Organisasi

Setelah kemarin melancong untuk studi banding ke organisasi fakultas lain, serta melancong ke alumni-alumni yang masih berada disekitar..

Ada beberapa catatan yang kudapatkan tentang sebuah organisasi yang perlu bahkan wajib beregenerasi dari tahun ketahun, seperti organisasi yang ku ikuti sekarang ini, organisasi mahasiswa.

organisasi dimana pengurusnya tidak akan dapat mengurus lebih dari 3 tahun, dan tiap angkatan memiliki generasinya sendiri untuk memimpin organisasi.

saat bergabung pertama kita tidak dapat langsung mengurus secara maksimal karena masih banyak yang belum dimengerti dan yang past BERADAPTASI...
ditahun kedua, organisasi yang tidak terlalu ribet dan tidak butuh pengetahuan, kemampuan, ketrampilan bisa langsung diambil alih, namun beberapa organisasi yang lebih besar dan kompleks perlu 1 tahun lagi untuk dapat menjadi puncak kepengurusan.

setelah beradaptasi cukup lama, mengenali dan memahami seperti apa organisasi yang kuikuti selama 3 tahun terakhir, sebut saja FUSI Psikologi UI dan Gandewa Psikologi  UI

Tempat dimana ku banyak belajar, tempat aku bertumbuh dan akhirnya tempat ku mengabdi..
Disana banyak sekali hal yang ingin kuperbaiki dan kutingkatkan lebih tinggi lagi..
banyak hal yang kurasa kurang sesuai dan tidak cocok
banyak hal yang seharusnya dilakukan tapi entah mengapa masih belum kunjung dilakukan
pendekatan yang selama ini digunakan tampaknya sudah tidak relevan, karena paling tidak semenjak aku berada di organisasi-organisasi tersebut pendekatannya gagal

Dan aku kembali tersadar setelah mendapat prespektif baru dari sudut pandang para alumni yang sudah lulus terhadap organisasi yang dulu pernah mereka coba kembangkan dan berkembang disana

apa yang selama ini belum terlalu kupikirkan dan tampaknya partner organisasikupun belum sadari,
kalau apa yang ingin kita lakukan seharusnya bisa dihubungkan dari hal-hal yang sebelum telah diperbuat,
disini kita banyak melupakan kalau kita adalah organisasi yang terus berlanjut, terus beregenerasi,
apa yang kita mulai sekarang belum tentu dapat selesai dalam satu tahun kepengurusan,
sehingga sebisa mungkin kita harus melihat apa yang sudah coba dilakukan ditahun sebelumnya untuk dievaluasi, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk perkembangan kedepannya..
DAN yang Paling PENTING adalah kita harus menyiapkan hal tersebut untuk dapat diteruskan ke generasi selanjutnya, karena saat kita hendak melakukan hal yang sama kita melakukan kesalahan yang sama karena kita tidak mau belajar dari masa lalu..

So mari kita pelajari masa lalu untuk hadapi masa kini demi masa depan yang lebih baik

Wednesday, May 22, 2013

Night Jogs

Hari ini gara-gara beberapa masalah yang bertubi-tubi di pagi hari, seusai ngaup di kampus dan mau mengerjakan dikosan, tetiba terbesik rasa untuk ingin jogging.

Rasa suntuk dan lelah setelah seharian berkuliah, ditambah kehilangan kesempatan untuk hadir disebuah seminar yang sangat ingin kudatangi, ku tak mampu lagi untuk lanjutkan pekerjaan itu dikosan..

"AKU BUTUH REFRESHING PIKIRAN DAN RAGA!!!"

sebuah teriakan yang muncul dari seluruh tubuhku, saat itu langsung saja kuputuskan untuk berjogging jika pakaian yang dilaundry hari ini sudah selesai.

Ternyata laundry sudah selesai, sehingga ku langsung bersiap untuk berjogging, ku berganti baju dan jaket..
Jogging kali ini tidak seperti biasanya, kulepaskan semua pemberat dan pengaman yang selalu kubawa, dengan harapan aku dapat berlari lebih cepat dan tanpa harus kelelahan sesudahnya.

Baru kumulai sedikit pemanasan, tetiba adzan magrib telah berkumandang. dilemma akankah kulanjut untuk jogging, padahal niat awalnya pengen jogging sejauh mungkin sampai adzan berkumandang. Saat itu juga kuputuskan untuk jogging setelah sholat berjamaah dimasjid.

seusai sholat magrib aku mengambil headlamp di tas kecil yang biasa kubawa lalu ku sedikit berlari kecil menuju lintasan lari yang mulai gelap.

Awalnya masih agak ngga yakin untuk jogging malam sendirian, tetapi karena tubuh ini sudah sangat ingin jogging, kegelapanpun kuterjang.

Sepanjang perjalanan aku hanya menyalakan lampu infrarednya saja, karena jika menggunakan lampu led putihnya, jalanan jadi terlalu terang dan tidak bisa melihat diluar lingkaran senter.

Pelarian dimulai dari stasiun UI, sampai dengan tiketing masuk UI semua terlihat dan lumayan terang..
memasuki turunan UI wood, semua jadi gelap dan sunyi, dari balik pepohonan banyak muncul kelebat bayang hitam dan putih yang memantul, bau sampah dan pemandangannya pun cukup menyengat, sebelum tanjakan ternyata jalannya hancur-roboh setengah jalan (untung aja ngga terperosok kesana)..

lari dan berlari.. sampai pada tiketing sebelum masuk asrama, dikiri jalan banyak sekali seng-seng yang hancur entah karena apa dengan beberapa bentuk yang agak tidak wajar.. wow sekali..

mulai dari belokan setelah rumah makan mang engking, banyak sekali anjing yang berkeliaran, 4 anjing setinggi lutut dan 7 anjing kecil, agak mempercepat langkah (karena beberapa anjing mengikutiku)

setelah melewati portal asrama-kutek, jalan menjadi sangat gelap tanpa lampu penerangan dan senyap sekali, tanpa suara kecuali kodok dan jangkrik yang bernyanyi.
berpatokan pada bulan yang kala itu sedang terang benderang disertai langit yang cerah ku terus berlari..

entah apa yang kurasakan, entah apa yang kupikirkan, aku mencoba iseng untuk masuk jalur hutan UI, saat itu sekitar jam 18.30, walaupun sudah sering lewat saat matahari masih mengawasi, ku hanya berani untuk ikuti jalan setapak dan tak berani lewati jalur trail, malam makin mencekam, rasa takut akan gelap pun muncul, ketakutan jika terluka atau terjatuh dan tak ada yang menolong dan tak bisa minta pertolongan karena semua alat kecuali senter aku tinggal di kosan (padahal biasanya bawa)

kuterus berlari ditengah gelap sambil hindari kubangan air dan pohon yang tumbang, entah berapa lama ku berada didalam hutan, tapi itu benar-benar merusak "sense of time"ku, terasa begitu lama.. padahal biasanya dengan kecepatan yang setengahnya ini ku dapat lebih cepat sampai

sampai akhirnya ku bisa keluar dari hutan dan keliatannya muncul ditengah-tengah jalur kutek-asrama.. dikejauhan arah kutek terdapat cahaya gemerlap kecil lampu, dan sepanjang jalan kesana gelap tanpa lampu, walaupun begitu jalan tampak lebih terang dan jelas karena mata sudah terbiasa dengan tempat yang lebih gelap saat berada didalam hutan..

kucoba untuk tambah kecepatan karena suasana makin gelap dan dingin serta tak segera sampai pada cahaya diujung sana.

cahaya itu makin dekat..

dan makin dekat lagi..

tapi begitu sampai tempat munculnya cahaya itu, ternyata masih agak jauh dan jalan mulai sedikit menanjak naik, hati agak tertenangkan dengan mulai terdengarnya suara kendaraan dari kejauhan..

Dan akhirnya sampailah kembali diri ini ke jalur manusia, mungkin besok-besok ajak teman dan masuk ke hutan lebih dalam lagi untuk dapatkan sensasi yang lebih mencekam




Friday, May 10, 2013

Aku, Kau dan Kita

Mungkin aku tak dapat memahami dirimu karena kamu tak mengizinkanku tuk pahami dirimu
Aku hanya bisa memahami apa yang kurasakan dan mungkin itu juga yang kamu rasakan
Kau Yang memintaku untuk sabar dan kau bilang tiap orang punya batas kesabarannya sendiri, tetapi kau terus pancing emosiku untuk muncul padahal kucoba untuk mendengarkan
Ku coba tuk tetap bertahan tapi kau malah pergi begitu saja
Kau minta diriku untuk untuk terbuka tapi kau malah menahan semua milikmu sendiri
Kau ingin kami percaya pada dirimu tapi kau tak percayai kami untuk hal tersebut
Kau tau kau bingung tapi kau tetap tak mau diri ini tahu kalau kau berada ditengah kebingungan
Kau ingin ini segera terselesaikan dan begitu juga aku.. tapi kenapa kau malah harus mempersulitnya
Kau beralasan "kalian tidak paham" padahal di tiap waktu kita coba mencari tahu dan pahamimu
Kami berusaha untuk mempertahankanmu tapi kau malah membuang kami
Kita dalam berkelompok memang masuk dengan sukarela tapi untuk keluar juga butuh kerelaan dari kelompok, karena saat sudah berkelompok kita telah menjadi bagian dari kelompok juga selain menjadi bagian dari kita sendiri saja..
Dalam Diam kau tolak, dalam Diam kau menerimanya
Entah pada akhirnya Diam mana yang kulakukan
Saat kau tidak bicara sedikit yang ku tahu dan kukira semua baik-baik saja
Tapi Ketika Kau mulai berbicara kenapa semuanya sudah harus jadi seperti ini
Tidak adakah penjelasan yang lebih baik dan kuat

Thursday, May 9, 2013

Kekecewaan

Kenyataan memang tak selalu seindah harapan. Tidak Semua yang kita Rencanakan dapat selalu terjadi sesuai keinginan

Setiap harapan yang tak terlaksana, bukan berarti petaka. yang jelas, kita tidak tahu apa yang terjadi bila Allah tidak mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada diri kita. bisa jadi itu merugikan kita. tugas kita hanyalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, dan menyerahkan segala urusan kita kepada Allah Swt

Kita harus belajar memahami dan memaknai dibalik rencana Allah , karena Itulah yang terbaik dan mungkin hanya saja kadang kita tidak paham dan mengerti tentang rencana tersebut. Kekecewaan terkadang muncul dan kita harus dapat membiasakan hal tersebut dengan menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah swt . Ikhlas dan sabar untuk terus dapat menerima setiap rencana Allah, karena setiap peristiwa yang menimpa kita pasto mengandung nikmat dan manfaat. Wallahualam.

Wednesday, May 1, 2013

Menulis?

setelah kemaren mengikuti kelas menulis FUSI XV, sedikit banyak mendapat pencerahan dan tambahan motivasi untuk lebih rajin menulis..

sebuah kata-kata yang cukup mengena adalah "menulislah maka kau ada" karena dengan kita tidak menulis maka kita kita sama saja dengan sakit. kenapa sakit, karena kita membaca banyak hal namun kita tidak mengeluarkannya dalam bentuk tulisan lagi apa yang kita baca.

mungkin itu juga yang sampai sekarang masih membuat diriku seperti sakit, dahulu aku sangat suka mendengarkan dan hanya mendengarkan banyak orang bicara, banyak suara yang masuk ketelinga dan aku hanya diam mendengar tanpa banyak bicara, begitu aku mulai banyak bicara dari sekian banyak hal yang kudengar sekarang aku merasa lebih  baik, lebih seimbang.

Dari dulu dari dalam diri banyak permintaan dan keinginan untuk menulis, tapi entah mengapa selama itu pula aku merasa sangat ketakutan dalam menulis, entah apa yang membuatku takut, mungkin itu bukan ketakutan tapi hanya kecemasan yang tak jelas. karena kurasa dengan menulis dapat menyelesaikan banyak masalah besar, untuk menyeimbangkan banyak hal yang selama ini kurang seimbang, mengeluarkan yang selama ini seharusnya kukeluarkan, karena tampaknya aku masih terlalu banyak membaca dan mendengar jika dibandingkan dengan tulisan dan perkataan yang kuperbuat.

Jika perkataan hanya akan terdengar oleh orang yang diajak berbicara, dan dengan orang yang kita kenal saja, berbeda dengan tulisan, gambar, video dan produk-produk karya lainnya yang mereka dapat dinikmati siapa saja, kapan saja, dimana saja dengan kekuatan internet yang ada sekarang ini.

mungkin dalam beberapa bulan ini akan banyak tulisan yang ngga jelas dan bertujuan bahkan dalam menulisnya, tapi inilah awal dari sebuah perjuangan panjang dalam menciptakan karya yang dapat bermanfaat bagi semua orang terutama bagi diriku sendiri di masa yang akan datang.

Sunday, April 28, 2013

Start Over

Setiap Waktu ingin rasanya untuk dapat menulis, terus menulis dan menghasilkan suatu karya
Menulis hari ini, produk hari ini sebagai bahan analisa produk untuk diriku dimasa depan, agar ku bisa pelajari siapa diri sebelumnya dan perubahan apa yang telah berhasil tercipta dari sana

Menulis yang paling terpikir sekarang adalah menulis tentang pengalaman yang telah berlalu..
Cerita terakhir yang mungkin bisa memulai kekosongan ini adalah tulisan tentang yang akhirnya menyadarkan diriku dari tidur panjang tidak menulis beberapa tahun terakhir..

Perenungan Panjang selama selama seminggu sebelum umur kembali berkurang 1 tahun Di Musholla Psikologi Yang baru, setelah tiap malah ku menginap disana, ditempat yang hening, sepi dan dirumah Allah, banyak terpikir tentang setahun lalu, tentang apa-apa saja yang telah kukerjakan
bertanya pada diri ini,
"apakah yang selama ini kulakukan benar?",
"apa saja yang telah kuperbuat?"
"apa pencapaianku selama ini?"
dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam kepala
setelah lama tidak berrefleksi diri dan berkontemplasi dalam agak sulit bagiku untuk mengingat dan mempelajari sesuatu dari pikiran, perasaan dan perbuatan yang telah kulalui..

Sampai Sekarangpun Masih banyak pertanyaan yang melayang diatas kepalaku yang masih kucari sangat dalam jawabannya dari dalam diri

Tapi kenapa akhirnya kukembali mulai bersemangat untuk menulis, bisa dibilang karena kejadian beberapa hari yang lalu..
lebih tepatnya saat Psygames cabang Marathon, cabang yang tahun lalu kujuarai
ingin rasanya untuk kembali menangkan itu, tapi walaupun sudah coba mempersiapkan diri,
Rasa Lelah akan organisasi beberapa bulan terakhir memang tak bisa bohong, istirahat kurang, banyak mikir, sering lupa makan jadi penghalang.
tapi semua itu masih ku coba abaikan dan bertekad untuk coba lakukan yang terbaik..
Pada saat pertandingan dimulai, sedih rasanya karena saat kuberjuang untuk angkatan 2010, tapi disana hanya ada aku sendiri, sedangkan dari yang lain mereka beramai-rami dengan yel-yel dan semangat kebersamaan mereka.. ini cukup membebani diriku, untuk siapa aku berjuang, pertanyaan yang kala itu muncul
seperti pertandingan pertandingan sebelumnya, semua dengan cepat berlari jauh didepan meninggalkan diriku di posisi paling belakang, bagiku kekonsistenan lari adalah yang paling penting untuk lari jarak jauh, maklum ini tahun ke-3 mengikuti Psygames Marathon ini.
Lari-Lari- dan Terus Ku Berlari..
Perlahan namun pasti ku melewati satu per satu peserta lomba lain sampai pada posisi ketiga..
padahal baru sampai Pocin, dan kecepatanku adalah kecepatan lari seperti biasanya..
biasanya jika ada medis yang cukup oke dan cekatan aku mungkin lebih berani untuk All-Out tapi aku sedikit meragukan itu..
Kejutan saat tiba-tiba Pening di Dada kiri ku.. yang kemudian menjalar keseluruh tubuh..
Pundak yang tiba-tiba terasa sangat perih, kepala yang pusing dan badan yang menegang..
Pandangan menjadi Putih, tapi entah apa yang membuatku tetap berlari
Nafasku sudah sangat sulit, perih rasanya setiap kali kubernafas..

Kunikmati Saat-saat itu.. dan dari sana membuatku tersadar kembali tentang kehidupan ini, tentang diriku..
dari saat itu hingga saat ku tulis ini, aku banyak berpikir dan merenung lebih dalam tentang semua hal..

semoga seterusnya kudapat menuliskan perenungan ini, agar dapat menjadi pelajaran bagi diriku dimasa depan