Saturday, June 15, 2013

Harmoni Senyum dan Para Pendekar (Part II)

Tiga tahun telah berlalu..

Tak Terasa memang, tetapi tidak semua tiba-tiba jadi seperti ini..
Ada Jalan Panjang yang telahku lewati..

Dimulai dengan Diajak oleh temanku diawal psikologi, Nazmi, yang kini kuliah di ITB, 
Aku ikut menemaninya untuk ikut mendaftar gandewa dan mengikuti proses seleksinya saat Open House
Awalnya aku hanya mendaftar untuk masuk AAJ Psikologi saja, karena di SMA aku termasuk pelopor organisasi Jejepangan di SMA 1 Solo, dan mengikuti beberapa Komunitas Jepang di Solo, berharap aku bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan selama 3 tahun sebelum aku masuk psikologi.
Tapi apa dikata, Gandewa adalah organisasi yang paling mengurusi perekrutannya sejak awal, dan yang paling secara gamblang melakukan seleksi.

disana aku belajar banyak..

Belajar tentang berjuang..

Belajar tentang Hidup..

Belajar tentang Alam..

Belajar tentang Kenyataan..

Dengan bimbingan yang keras selama 1 semester dengan penggemblengan FISIK dan MENTAL, 
akhirnya aku dapat berkembang dari yang awalnya sakit-sakitan jadi Sehat Bugar penuh Stamina..
Yang awalnya Pencemas dan Terlalu Hati-hati kini jadi Optimis dan Percaya diri..

Disana Aku mendapat Keluarga Baru, Sahabat Baru, Teman Baru dan Banyak Pengalaman Baru..
Memperluas Horizonku yang terbatas.. aku menjadi dekat dan sangat dekat dengan teman-teman seperjuanganku selama 1 semester dari yang ada 50 orang tinggal menjadi 4 orang saat pelantikan..
Tempat Berbagi dan Saling bercerita.. #MengenangMasaItu
Banyak kisah Suka dan Duka telah terjadi, pertengkaran, pertentangan, Amarah, yah.. itulah keluarga..

Sampai akhirnya kini kuberada diposisi yang sekarang.. setelah setahun yang lalu menjadi seorang oposisi yang terlalu sering dan hampir selalu mempunyai pandangan yang agak berbeda dengan pemimpin sebelumnya.. banyak melakukan kritik dan saran evaluasi..

waktupun dengan cepat berlalu..

Tiba-tiba Ketua sebelumnya hilang dari peredaran, meninggalkan masalah lama yang tak terselesaikan ditambah beberapa masalah yang tidak seharusnya ada.

Daripada mengutuki kegelapan aku memilih untuk membakar diriku untuk menerangi kegelapan

sebuah kata-kata yang cukup menggambarkan memang, dimulai dari situ aku coba kumpulkan data dan pendapat dari anggota gandewa yang masih aktif dan para ketua-ketua sebelumnya untuk meminta petuah, membuat perencanaan dari pengalamanku 3 tahun ada di Gandewa, serta tukar pendapat dengan angkatan 4 lainnya. sampai pada akhirnya aku putuskan untuk aku maju sebagai ketua dengan VISI Kembali Ke Alam dan Misi-Misi turunannya yang cukup banyak, Proker dan TimeLine kasarpun sudah siap untuk disampaikan, tak lupa kubuat GrandDesain organisasi ditambah Peta kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki Gandewa terutama Manusianya. Namun beberapa hari sebelum pemilihan...

Restu dari Orang Tua untuk jadi Ketua tak dapat ku Kantongi..

padahal sangat jarang bagiku untuk mendapat larangan, karena biasanya aku hanya diberi pilihan dan nasihat lalu membiarkanku untuk memilih keputusanku sendiri, dan mau ngga mau setelah berargumentasi beberapa hari akhir dengan berat hati aku tidak dapat melanjutkan keinginan kecilku itu.

karena yang tidak diperbolehkan adalah jadi ketua.. Akupun Berpikir.. dan Berpikir..

sampai akhirnya aku mencoba untuk melihat dari prespektif lain, dan terpikir untuk menjadi leader yang baik itu tidak harus secara formal menjadi leader. leader yang luar biasa adalah leader yang dapat mencetak lebih banyak leader. akhirnya coba aku lihat kembali sumber daya yang dimiliki oleh Gandewa dan akupun membuat beberapa penyesuaian dimana rencana besar yang kumiliki ini tetap dapat berjalan tanpa perlu diriku untuk menjadi ketua. Rencana barupun malah ternyata jadi lebih matang dan dapat lebih konkret.

Setelah Rencana cukup matang yang dibutuhkan kemudian adalah orang-orang lain yang dapat mendukung rencana ini untuk dapat berjalan. saat satu per satu anak Gandewa aku coba temui memang banyak yang tercengang dan terkaget mendengar rencananya, karena sudah sangat detail dan mewakili masalah-masalah yang perlu gandewa selesaikan serta menyertakan pula peningkatan-peningkatan yang mereka cari.
yang mana dari situ malah memunculkan masalah karena semua mempertanyakan "kalau rencananya sudah sebagus ini kenapa bukan kamu yang maju?", mungkin benar pertanyaan seperti itu yang terlontar, karena sebagus apapun rencananya kalau tidak dilakukan oleh yang punya rencana, pasti akan banyak yang jadi berbeda dengan rencana awalnya.

Sampai Akhirnya tiba saatnya pemilihan ketua baru... (Lanjut Part III)






No comments:

Post a Comment