Friday, November 8, 2013

Hidup tak akan bermakna jika untuk diri sendiri

Zaman terus berkembang dan berevolusi..
Teknologi semakin hari semakin modern, tetapi begitukah manusianya..

Semakin hari manusia semakin termakan oleh sistem yang mengatur hidup mereka..
Sistem yang membuat merenggut kebebasan mereka dengan cara seolah memberikan mereka kebebasan penuh tentang apa yang mereka lakukan..
Sistem yang akhirnya mendunia, membuat individu semakin jauh dari individu lain, jauh dari keluarganya, sukunya, komunitasnya, agamanya bahkan bangsanya sendiri..

manusia yang makin modern kini makin banyak yang tak lagi percaya pada dunia, pada manusia lainnya..
banyak manusia yang egois untuk dirinya atau in-groupnya dan kemudian mengorbankan orang lain atau lingkungan-alam sekitarnya..

tapi untuk apa atau siapa jika bukan untuk diri sendiri?
pertanyaan itu seringkali muncul, tapi jawabannya selalu sama, untuk orang lain.
karena saat ku hanya memikirkan diri sendiri diri ini akan selalu merasa kecil
karena kita sendiri dan akhirnya terbentur dengan kematian

manusia memerlukan sebuah entitas yang lebih tinggi darinya untuk menjadi besar..
bergabung pada aliran yang lebih besar.. tapi bukan berarti mainstream..
dengan berbuat untuk orang lain kita pada akhirnya akan merasa ada diri kita yang akan diIngat..

untuk orang lain ini biasanya berbentuk warisan, warisan pemikiran, warisan harta, atau warisan-warisan lainnya..

yang dapat berpindah dan bermanfaat bagi orang lain walaupun setelah kita mati dan dengannya orang lain dapat mengingat kita







Have you fallen for someone?

...That would make me lonely ...I can't allow it