Thursday, November 5, 2015

let's go above and beyond

Beberapa tahun terakhir dari kehidupanku, banyak yang berubah..
Rasa2nya dahulu yang ingin kucapai bukanlah sesingkat ini, bukan sesuatu yang mudah, namun pada kenyataannya akhir2 ini pasca kampus kuperlahan mulai sadar akan kemunduranku..

Mana mungkin kalau katanya seseorang ingin memperjuangkan kebenaran tapi dirinya sendiri masih terpaku dalam bentuk lain kesalahan yang ia kritik.. mana mungkin seseorang yang memperjuangkan agama dan dakwah tapi ibadah amaliah dan hatinya masih dipenuhi duniawi..

Terpaku pada yang jangka pendek dan lupa akan tujuan jauh membuat apa yang kukerjakan menjadi begitu perlahan, seiring waktu kuharus mengembalikan tujuan akhir diri minimal ke keadaanku yang dahulu terlebih dulu bahkan bila memungkinkan terus meningkat..

Rasa bangga diri dan kenyamanan dalam konformitas membuatku enggan keluar dari sarang dan terus bercokol dalam stagnansi..

Eksplorasi diri harus terus dilakukan, tujuan diluar manusia harus terus didengung-dengungkan agar ku tak hanya menjadi sekedar manusia ternak atau budak-budak modern..

Wednesday, November 4, 2015

menulislah

Pagi ini aku terbangun dengan perasaan emosi yang tinggi, senang, marah, sedih, jijik dan takut..
saat dirimu menyadari sesuatu tidak seharusnya terjadi dan berjalan tidak sesuai dengan rencana sekaligus terjadi dalam satu waktu, rasanya sungguh tak mengenakkan.

Rasanya aku ingin sekali untuk bisa mengurangi rasa tidak enak yang menyangkut dikepala dan dihati agar dapat dicerna dan dibaca oleh orang lain sehingga dapat memunculkan diskusi, terkadang memang aku iri dengan mereka yang telah mampu untuk menuliskan isi hati dan pikiran mereka kedalam bentuk tulisan yang enak untuk dibaca, tentu saja hal tersebut pasti dimulai dari langkah pertama dan terus menerus latihan melangkah sampai titik dimana tidak perlu berpikir secara penuh dan usaha yang keras untuk dapat melangkah dengan baik.

mungkin memang harus dipersering dulu menulis random agar lama-lama terasah pikiran dan idenya agar terejawantahkan dengan baik

Sunday, November 1, 2015

menuju negeri kincir angin

beberapa hari terakhir banyak disuguhi dengan acara untuk mendalami terkait rencanaku untuk melanjutkan studi ke belanda, ada 2 acara yaitu, acara di erasmus huis terkait beasiswa dan konsultasi langsung dengan tim dari fakultasnya langsung dan kemarin dan tadi acara europe higher education fair di balai kartini..

untuk kegiatan yang pertama saya berakhir hanya nitip brosur ke teman terkait availibilitas informasi yang ada disana, dan ternyata sangat ramai dan membludak karena acaranya relatif singkat, jam 16-19 malam

awalnya ingin berangkat ke ehef kemarin sabtu, tapi apa daya tubuh dan pikiran sangat capai karena "mengurus" kegiatan diklas gandewa seharian, dan rencananya dilanjutkan dengan hari minggu ini mau buat prakarya dan nongkrong-nongkrong grup BMM, dan malemnya main boardgame sampai pagi.. tapi apa daya rencana harus berubah dan kembali merombak prioritas..

dengan semangat 45 ditengah terik matahari berangkat menuju balai kartini dari depok jam 13, sesampainya disana karena sudah mendaftar lewat online langsung saja aku masuk dan mencari universitas dan stand beasiswa belanda, meminta brosur dan informasi master dibidang psikologi, setelah itu aku mencari tempat yang nyaman untuk membaca dan membolak-balik informasi untuk ditanyakan lebih lanjut.

sembari kubaca ternyata ditempatku duduk terdapat seminar talkshow dari neso kemudian dilanjutkan dari para alumni dari belanda dan ditutup oleh erasmus +. dan akupun makin terpikir, "wah, pas sekali saya datang hari ini dan di jam ini". akupun menyimak dan mencatat (sedikit) dari 3 jam informasi yang disampaikan untuk memotivasi diri dan semakin memantapkan hati untuk pergi ke Belanda tahun depan.

usai talkshow tersebut akupun sedikit mencari informasi yang bisa didapat dari beberapa target universitasku dan segera pulang karena berencana untuk mengadakan agenda bermain boardgame (yang pada akhirnya tidak jadi karena ada member yg hilang)

Saturday, October 31, 2015

Pasca

setelah beberapa bulan terakhir resmi menjadi seorang sarjana, diri ini masih merasa belum mnjadi salah satu penyandang gelar tersebut. diri ini masih merasa sangat masih perlu untuk belajar terus, karena sebenarnya akupun masih bingung dan tak menyangka tiba-tiba dapat selesaikan skripsi dan segera lulus.

bisa dibilang merupakan sebuah rencana yang mahakuasa, saat berada dititik terendah dan merasa semuanya sulit, malah kemudahan dan kelancaran tak terduga dapat terjadi dalam waktu yang relatif sangat singkat,

padahal setahun yang lalu saat semuanya begitu indah, lancar dan penuh dengan rencana ditambah dengan rasa mampu untuk segera selesai malah ditimpa musibah sakit yang cukup panjang, saat itu mungkin aku merasa begitu sombong dan merasa cukup dengan diriku saja, merasa bahwa semua hasil itu datangnya dari usahaku sendiri, dari perencanaanku sendiri.

Tapi ternyata semua itu salah

kusadari bahwasanya semua itu bergantung pada kehendak Sang Pencipta, kita, manusia yang berasal dari-Nya, sudah selayaknya memang bergantung padaNya semata, bergantung pada makhluk atau diri sendiri bahkan bergantung pada benda mati merupakan kesalahan besar.

karena kini kusadari lagi saat bergantung pada makhluk yang hadir hanyalah kekecewaan

ada sesuatu yang masih kosong atau hilang dari diriku selama ini, dimanakan petunjuk dan jalan yang lurus itu.. terus berikhtiar dalam kekosongan batin menunggu turunnya makna kedalam jiwa.