Thursday, May 30, 2013

Harmoni Senyum dan Para Pendekar (Part I)

Setelah beberapa UAS kelas berat terlewati sekarang bisa mulai kembali menulis
walaupun sampai sekarang masalah tentang membuat tulisan yang baik masih kurang

Langkah Awal Memang Yang Paling Berat

seperti biasanya, yang kulakukan hanya freewriting tanpa editing..

tulisan yang dari beberapa hari lalu ingin berusaha kutulis tapi tugas pada akhirnya memblocking pikiranku untuk dapat mulai menulis..

Seperti yang lalu, Ideku bermunculan terlalu banyak dalam satu waktu dan cepat menguap bila tidak segera diikat dengan tulisan. bahkan ditengah aku sedang menulis terus bermunculan saja ide tentang hal yang harusnya kutuliskan disini, untuk hal yang pertama tadi ada sebuah studi menarik tentang Ide, yaitu Ide brilian yang tiba-tiba muncul seringkali adalah ide yang sangat bagus, dan tidak akan muncul lagi bila tidak diikat (dicatat atau direkam) dalam 7 menit setelah ide itu muncul. Jadi akhir-akhir ini makin sering merekam dan menulis dibuku catatan kecil..

Oke.. Lagi-lagi aku melenceng dari yang awalnya ingin kusampaikan..

Kembali Ke Topik..

Ya.. tahun ini adalah tahun ketigaku di psikologi dan juga tahun ketigaku di 2 Lembaga yang cukup WAH di psikologi, yaitu FUSI dan Gandewa, 2 organisasi yang membesarkanku di psikologi, 2 organisasi yang paling aku sayangi, dan 2 organisasi yang ku akan terus mengabdi disana minimal sebagai mahasiswa.

Tiga tahun sudah lalui dengan penuh arti dan pembelajaran, FUSI yang merupakan lembaga dakwah Islam Psikologi UI, Berdakwah Islam di fakultas yang paling menekan kegiatan keagamaannya disertai dengan tingkat agnositas orang-orangnya yang dikata paling "kritis" ini, kegiatan beragama dan beribadah jadi sesuatu yang aneh, tapi disana jugalah tantangan dan insyaAllah sumber pahalanya, selain itu di tahun ketigaku berdiri juga musholla baru yang telah diperjuangkan oleh FUSI selama 10 tahun terakhir, Alhamdulillah, tapi itu bukan akhir tapi baru awal, awal dari perjuangan, ini menjadi awal lagi karena ternyata banyak hal yang perlu dibenahi dan seharusnya dilakukan dari dulu tapi entah mengapa belum dilakukan.

Disaat Tawaran untuk menjadi Core Team atau Pengurus Inti FUSI tentu saja dengan senang hati kuterima, walaupun sebenarnya menawarkan diri karena sudah ada beberapa mimpi yang ingin diwujudkan di FUSI hasil dari Pencalonan sebagai ketua FUSI. Berawal dari Mimpi-mimpi yang ingin kugapai untuk FUSI, aku mengajukan sebuah sistem baru karena disistem lama aku merasa kurang cocok untuk berada didalam sistem tersebut dengan keunikan-keunikan yang aku miliki ini, sekaligus memunculkan departemen-departemen yang seharusnya dimiliki oleh FUSI sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa setingkat BEM, terkait bagaimana FUSI berhubungan dan dipandang oleh orang-orang yang berada diluar FUSI dan oleh Anggota FUSI itu sendiri.

Berangkat dari Ide untuk membuat FUSI lebih dapat dikenal dengan baik oleh seluruh civitas Psikologi UI dan khayalak luas, muncul VISI untuk membuat FUSI dapat selalu #SENYUM yang memiliki kepanjangan Sederhana, Menyeluruh, Unik dan Dinamis. Untuk pada akhirnya dapat berjalan dan dapat tersampaikan kepada semua tingkatan tanpa kesan sesuatu yang berat dan susah dengan tetap tidak mengurangi informasinya. disayangkan saat ternyata FUSI belum ada Platformnya untuk melakukan hal tersebut, sehingga muncullah MMC, Media, Marketing dan Communication, yang mana dibawah membawai 3 Departemen Baru untuk mencapai tujuan dan capaian barunya. yang tujuan besarnya adalah membuat FUSI dapat lebih dikenal dengan baik oleh seluruh civitas.
Medis, departemen yang fokus pada permediaan yang dapat dibaca dan punya bentuk konkret;
Humas, Biro yang berubah fungsi menjadi departemen, karena bertujuan untuk secara aktif membangun hubungan dan jaringan yang lebih dekat terhadap Dosen, Fakultas dan teman-teman seperjuangan Lembaga Dakwah lainnya;
Marketing, Departemen baru yang berusaha membumikan FUSI melalui produk khusus yang sekaligus juga mengenalkan sisi lain dari FUSI,

Banyak Hal telah dipikirkan agar nantinya MMC ini dapat berfungsi sebagai motor kreatif untuk menampilkan FUSI dengan lebih menarik yang dapat membuat orang lain untuk dapat mampir dan pada akhirnya turut serta. Branding Organisasipun dibuat agar apa yang FUSI sampaikan ini dapat lebih mencerahkan , mudah diingat, mudah dipahami dan yang paling penting adalah Unik, Berbeda dari yang lain.

Continue Part II


Sunday, May 26, 2013

Kaderisasi Organisasi

Setelah kemarin melancong untuk studi banding ke organisasi fakultas lain, serta melancong ke alumni-alumni yang masih berada disekitar..

Ada beberapa catatan yang kudapatkan tentang sebuah organisasi yang perlu bahkan wajib beregenerasi dari tahun ketahun, seperti organisasi yang ku ikuti sekarang ini, organisasi mahasiswa.

organisasi dimana pengurusnya tidak akan dapat mengurus lebih dari 3 tahun, dan tiap angkatan memiliki generasinya sendiri untuk memimpin organisasi.

saat bergabung pertama kita tidak dapat langsung mengurus secara maksimal karena masih banyak yang belum dimengerti dan yang past BERADAPTASI...
ditahun kedua, organisasi yang tidak terlalu ribet dan tidak butuh pengetahuan, kemampuan, ketrampilan bisa langsung diambil alih, namun beberapa organisasi yang lebih besar dan kompleks perlu 1 tahun lagi untuk dapat menjadi puncak kepengurusan.

setelah beradaptasi cukup lama, mengenali dan memahami seperti apa organisasi yang kuikuti selama 3 tahun terakhir, sebut saja FUSI Psikologi UI dan Gandewa Psikologi  UI

Tempat dimana ku banyak belajar, tempat aku bertumbuh dan akhirnya tempat ku mengabdi..
Disana banyak sekali hal yang ingin kuperbaiki dan kutingkatkan lebih tinggi lagi..
banyak hal yang kurasa kurang sesuai dan tidak cocok
banyak hal yang seharusnya dilakukan tapi entah mengapa masih belum kunjung dilakukan
pendekatan yang selama ini digunakan tampaknya sudah tidak relevan, karena paling tidak semenjak aku berada di organisasi-organisasi tersebut pendekatannya gagal

Dan aku kembali tersadar setelah mendapat prespektif baru dari sudut pandang para alumni yang sudah lulus terhadap organisasi yang dulu pernah mereka coba kembangkan dan berkembang disana

apa yang selama ini belum terlalu kupikirkan dan tampaknya partner organisasikupun belum sadari,
kalau apa yang ingin kita lakukan seharusnya bisa dihubungkan dari hal-hal yang sebelum telah diperbuat,
disini kita banyak melupakan kalau kita adalah organisasi yang terus berlanjut, terus beregenerasi,
apa yang kita mulai sekarang belum tentu dapat selesai dalam satu tahun kepengurusan,
sehingga sebisa mungkin kita harus melihat apa yang sudah coba dilakukan ditahun sebelumnya untuk dievaluasi, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk perkembangan kedepannya..
DAN yang Paling PENTING adalah kita harus menyiapkan hal tersebut untuk dapat diteruskan ke generasi selanjutnya, karena saat kita hendak melakukan hal yang sama kita melakukan kesalahan yang sama karena kita tidak mau belajar dari masa lalu..

So mari kita pelajari masa lalu untuk hadapi masa kini demi masa depan yang lebih baik

Wednesday, May 22, 2013

Night Jogs

Hari ini gara-gara beberapa masalah yang bertubi-tubi di pagi hari, seusai ngaup di kampus dan mau mengerjakan dikosan, tetiba terbesik rasa untuk ingin jogging.

Rasa suntuk dan lelah setelah seharian berkuliah, ditambah kehilangan kesempatan untuk hadir disebuah seminar yang sangat ingin kudatangi, ku tak mampu lagi untuk lanjutkan pekerjaan itu dikosan..

"AKU BUTUH REFRESHING PIKIRAN DAN RAGA!!!"

sebuah teriakan yang muncul dari seluruh tubuhku, saat itu langsung saja kuputuskan untuk berjogging jika pakaian yang dilaundry hari ini sudah selesai.

Ternyata laundry sudah selesai, sehingga ku langsung bersiap untuk berjogging, ku berganti baju dan jaket..
Jogging kali ini tidak seperti biasanya, kulepaskan semua pemberat dan pengaman yang selalu kubawa, dengan harapan aku dapat berlari lebih cepat dan tanpa harus kelelahan sesudahnya.

Baru kumulai sedikit pemanasan, tetiba adzan magrib telah berkumandang. dilemma akankah kulanjut untuk jogging, padahal niat awalnya pengen jogging sejauh mungkin sampai adzan berkumandang. Saat itu juga kuputuskan untuk jogging setelah sholat berjamaah dimasjid.

seusai sholat magrib aku mengambil headlamp di tas kecil yang biasa kubawa lalu ku sedikit berlari kecil menuju lintasan lari yang mulai gelap.

Awalnya masih agak ngga yakin untuk jogging malam sendirian, tetapi karena tubuh ini sudah sangat ingin jogging, kegelapanpun kuterjang.

Sepanjang perjalanan aku hanya menyalakan lampu infrarednya saja, karena jika menggunakan lampu led putihnya, jalanan jadi terlalu terang dan tidak bisa melihat diluar lingkaran senter.

Pelarian dimulai dari stasiun UI, sampai dengan tiketing masuk UI semua terlihat dan lumayan terang..
memasuki turunan UI wood, semua jadi gelap dan sunyi, dari balik pepohonan banyak muncul kelebat bayang hitam dan putih yang memantul, bau sampah dan pemandangannya pun cukup menyengat, sebelum tanjakan ternyata jalannya hancur-roboh setengah jalan (untung aja ngga terperosok kesana)..

lari dan berlari.. sampai pada tiketing sebelum masuk asrama, dikiri jalan banyak sekali seng-seng yang hancur entah karena apa dengan beberapa bentuk yang agak tidak wajar.. wow sekali..

mulai dari belokan setelah rumah makan mang engking, banyak sekali anjing yang berkeliaran, 4 anjing setinggi lutut dan 7 anjing kecil, agak mempercepat langkah (karena beberapa anjing mengikutiku)

setelah melewati portal asrama-kutek, jalan menjadi sangat gelap tanpa lampu penerangan dan senyap sekali, tanpa suara kecuali kodok dan jangkrik yang bernyanyi.
berpatokan pada bulan yang kala itu sedang terang benderang disertai langit yang cerah ku terus berlari..

entah apa yang kurasakan, entah apa yang kupikirkan, aku mencoba iseng untuk masuk jalur hutan UI, saat itu sekitar jam 18.30, walaupun sudah sering lewat saat matahari masih mengawasi, ku hanya berani untuk ikuti jalan setapak dan tak berani lewati jalur trail, malam makin mencekam, rasa takut akan gelap pun muncul, ketakutan jika terluka atau terjatuh dan tak ada yang menolong dan tak bisa minta pertolongan karena semua alat kecuali senter aku tinggal di kosan (padahal biasanya bawa)

kuterus berlari ditengah gelap sambil hindari kubangan air dan pohon yang tumbang, entah berapa lama ku berada didalam hutan, tapi itu benar-benar merusak "sense of time"ku, terasa begitu lama.. padahal biasanya dengan kecepatan yang setengahnya ini ku dapat lebih cepat sampai

sampai akhirnya ku bisa keluar dari hutan dan keliatannya muncul ditengah-tengah jalur kutek-asrama.. dikejauhan arah kutek terdapat cahaya gemerlap kecil lampu, dan sepanjang jalan kesana gelap tanpa lampu, walaupun begitu jalan tampak lebih terang dan jelas karena mata sudah terbiasa dengan tempat yang lebih gelap saat berada didalam hutan..

kucoba untuk tambah kecepatan karena suasana makin gelap dan dingin serta tak segera sampai pada cahaya diujung sana.

cahaya itu makin dekat..

dan makin dekat lagi..

tapi begitu sampai tempat munculnya cahaya itu, ternyata masih agak jauh dan jalan mulai sedikit menanjak naik, hati agak tertenangkan dengan mulai terdengarnya suara kendaraan dari kejauhan..

Dan akhirnya sampailah kembali diri ini ke jalur manusia, mungkin besok-besok ajak teman dan masuk ke hutan lebih dalam lagi untuk dapatkan sensasi yang lebih mencekam




Friday, May 10, 2013

Aku, Kau dan Kita

Mungkin aku tak dapat memahami dirimu karena kamu tak mengizinkanku tuk pahami dirimu
Aku hanya bisa memahami apa yang kurasakan dan mungkin itu juga yang kamu rasakan
Kau Yang memintaku untuk sabar dan kau bilang tiap orang punya batas kesabarannya sendiri, tetapi kau terus pancing emosiku untuk muncul padahal kucoba untuk mendengarkan
Ku coba tuk tetap bertahan tapi kau malah pergi begitu saja
Kau minta diriku untuk untuk terbuka tapi kau malah menahan semua milikmu sendiri
Kau ingin kami percaya pada dirimu tapi kau tak percayai kami untuk hal tersebut
Kau tau kau bingung tapi kau tetap tak mau diri ini tahu kalau kau berada ditengah kebingungan
Kau ingin ini segera terselesaikan dan begitu juga aku.. tapi kenapa kau malah harus mempersulitnya
Kau beralasan "kalian tidak paham" padahal di tiap waktu kita coba mencari tahu dan pahamimu
Kami berusaha untuk mempertahankanmu tapi kau malah membuang kami
Kita dalam berkelompok memang masuk dengan sukarela tapi untuk keluar juga butuh kerelaan dari kelompok, karena saat sudah berkelompok kita telah menjadi bagian dari kelompok juga selain menjadi bagian dari kita sendiri saja..
Dalam Diam kau tolak, dalam Diam kau menerimanya
Entah pada akhirnya Diam mana yang kulakukan
Saat kau tidak bicara sedikit yang ku tahu dan kukira semua baik-baik saja
Tapi Ketika Kau mulai berbicara kenapa semuanya sudah harus jadi seperti ini
Tidak adakah penjelasan yang lebih baik dan kuat

Thursday, May 9, 2013

Kekecewaan

Kenyataan memang tak selalu seindah harapan. Tidak Semua yang kita Rencanakan dapat selalu terjadi sesuai keinginan

Setiap harapan yang tak terlaksana, bukan berarti petaka. yang jelas, kita tidak tahu apa yang terjadi bila Allah tidak mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada diri kita. bisa jadi itu merugikan kita. tugas kita hanyalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, dan menyerahkan segala urusan kita kepada Allah Swt

Kita harus belajar memahami dan memaknai dibalik rencana Allah , karena Itulah yang terbaik dan mungkin hanya saja kadang kita tidak paham dan mengerti tentang rencana tersebut. Kekecewaan terkadang muncul dan kita harus dapat membiasakan hal tersebut dengan menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah swt . Ikhlas dan sabar untuk terus dapat menerima setiap rencana Allah, karena setiap peristiwa yang menimpa kita pasto mengandung nikmat dan manfaat. Wallahualam.

Wednesday, May 1, 2013

Menulis?

setelah kemaren mengikuti kelas menulis FUSI XV, sedikit banyak mendapat pencerahan dan tambahan motivasi untuk lebih rajin menulis..

sebuah kata-kata yang cukup mengena adalah "menulislah maka kau ada" karena dengan kita tidak menulis maka kita kita sama saja dengan sakit. kenapa sakit, karena kita membaca banyak hal namun kita tidak mengeluarkannya dalam bentuk tulisan lagi apa yang kita baca.

mungkin itu juga yang sampai sekarang masih membuat diriku seperti sakit, dahulu aku sangat suka mendengarkan dan hanya mendengarkan banyak orang bicara, banyak suara yang masuk ketelinga dan aku hanya diam mendengar tanpa banyak bicara, begitu aku mulai banyak bicara dari sekian banyak hal yang kudengar sekarang aku merasa lebih  baik, lebih seimbang.

Dari dulu dari dalam diri banyak permintaan dan keinginan untuk menulis, tapi entah mengapa selama itu pula aku merasa sangat ketakutan dalam menulis, entah apa yang membuatku takut, mungkin itu bukan ketakutan tapi hanya kecemasan yang tak jelas. karena kurasa dengan menulis dapat menyelesaikan banyak masalah besar, untuk menyeimbangkan banyak hal yang selama ini kurang seimbang, mengeluarkan yang selama ini seharusnya kukeluarkan, karena tampaknya aku masih terlalu banyak membaca dan mendengar jika dibandingkan dengan tulisan dan perkataan yang kuperbuat.

Jika perkataan hanya akan terdengar oleh orang yang diajak berbicara, dan dengan orang yang kita kenal saja, berbeda dengan tulisan, gambar, video dan produk-produk karya lainnya yang mereka dapat dinikmati siapa saja, kapan saja, dimana saja dengan kekuatan internet yang ada sekarang ini.

mungkin dalam beberapa bulan ini akan banyak tulisan yang ngga jelas dan bertujuan bahkan dalam menulisnya, tapi inilah awal dari sebuah perjuangan panjang dalam menciptakan karya yang dapat bermanfaat bagi semua orang terutama bagi diriku sendiri di masa yang akan datang.