Menurut artikel tersebut berdasarkan sebuah penelitian University of Lausanne Business School, ada beberapa taktik yang diidentifikasi yang dapat cukup mudah dipelajari, diambil dan dipraktekkan, yaitu:
- Gunakanlah Metafora, metafora karismatik karena hal tersebut dapat membolak-balikkan emosi dan imaginasi orang-orang.
- Gunakanlah Cerita atau cerita singkat, cerita pribadi dapat memberikan efek yang sangat besar pada segala penyampaian, terutama bila hal tersebut menyangkut kesulitan-kesulitan awal hidup dan tantangan serta bagaimana kita melampauinya.
- Tunjukkan kesungguhan moral, moral mensignifikan pesan-pesan kita menjadi lebih berarti. dengan menunjukkan kepada "Hal yang harusnya dilakukan", kita akan mendorong suatu nilai bersama yang mendasar yang dapat membuat orang mengambil aksi.
- Tunjukkan perasaan yang sama seperti apa yang orang lain rasakan. dengan memperlihatkan bahwa apa yang kita rasakan sama dengan yang orang lain rasakan, hal tersebut akan menambah identifikasi mereka pada kita.
- Berekspektasi tinggi dan komunikasikan kepercayaan diri, dengan berekspektasi tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, kita akan menginspirasi orang-orang yang ada disekitar kita untuk menjadi lebih dari yang sekarang. tapi tidak cukup hanya dengan berekspektasi tinggi, kita juga harus membuat orang lain tahu jika kita percaya mereka.
- Gunakanlah perbandingan yang sangat berlawanan untuk memberi batas dan fokus pada pesan. Contrasting merupakan alat retorika yang sangat kuat karena memberikan sebuah Penekanan.
- Gunakanlah List. penggunaan list melejitkaan karisma karena hal teersebut memberikan impresi keutuhaan. menunjukkan pesan yang tersampaikan sebagai suatu yang menyambungkan pemahaman dari sebuah isu. sehingga kita memposisikan diri sebagai seorang ahli dari sebuah topik yang penuh misteri.
- Gunakanlah pertanyaan retoris. pertanyaan retoris menarik orang kedalam pesan kita dan membuat orang lain seolah menunggu sesuatu.
- Gunakan Strategi nonverbal untuk menghidupkan kata-kata yang kita ucapkan. dengan memberikan "nyawa" melalui bahasa tubuh, kita membuat orang berpartisipasi. gestur, ekspresi wajah, dan intonasi yang menunjukkan passion akan meninggalkan impresi yang berkesan.