Sunday, September 29, 2013

Waktu yang tak pernah cukup

Semakin kita tumbuh dan berkegiatan bersama orang..
Semakin banyak kita mengenal orang, semakin kita harus menjaga silaturahminya..
Semakin banyak kita mengenal dunia, semakin besar juga tanggung jawab kita atas pengetahuan itu..
Semakin banyak kita tahu, semakin besar kewajiban kita untuk memanfaatkannya..

Semakin Jauh dan Besar mimpi kita, Semakin banyak hal yang harus dipersiapkan dan kerjakan..
Semakin Luas dan Dalam mimpi kita, semakin banyak hal yang harus dipelajari dan tanyakan..

Ya, banyak yang harus dipikirkan, dimaknai dan terutama DILAKUKAN..

Pada suatu titik akan terasa seolah waktu yang kita punya ini tidak cukup untuk melaksanakannya semua..
ditahap perencanaan kita menemukan mimpi yang kita punya dapat benar-benar tercapai butuh waktu 1 tahun, 5 tahun, 15 tahun, 30 tahun sampai bahkan 50 tahun..

Akhirnya apa yang kita kerjakan jadi serba terburu-buru, padahal saat terburu-buru ini kita banyak melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya tak perlu muncul..
kita jadi tidak bisa merasakan sepenuhnya tentang apa yang sedang kita kerjakan hingga akhirnya kita bisa-bisa kehilangan mimpi kita dan malah jadi terlalu sibuk dengan proses kecil..
tujuan akhir kita malah menjadi mengikuti proses yang telah kita lakukan, padahal harusnya cara kitalah yang mengikuti tujuan akhir..

Banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan, mulai dari membaca buku, belajar kemampuan baru, menghabiskan waktu berdiskusi atau melakukan perjalanan-petualangan..

Tetapi banyak juga hal tidak menyenangkan yang malah menyita waktu kita untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan itu, seperti tugas yang kebanyakan nilainya kecil tapi sangat menghabiskan waktu, ataupun pekerjaan-pekerjaan kecil seperti mencuci baju atau membuat catatan pelaporan..

Selain itu, semakin kita tua, semakin banyak kita tahu banyak hal menyenangkan diluar sana yang dapat kita lakukan, banyak hal luar biasa yang dapat didengarkan dan rasakan, banyak tempat menarik yang ingin dijelajahi, banyak ilmu menarik yang ingin dipelajari, banyak orang yang membutuhkan yang ingin kita bantu, banyak orang tercinta yang ingin kita bahagiakan..

tapi semua itu tidak dapat dilakukan dalam 1 kali jangka kehidupan..

apalagi waktu kita terus dikurangi dengan kita melakukan hal yang sia-sia dan tak berguna..

Kita harus dapat menentukan prioritas untuk mana hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, dan diimbangi dengan pikiran positif dan motivasi yang kuat..

Ya, tak bisa dipungkiri waktu kita tak akan pernah cukup untuk melakukan semuanya..
Akhirnya semua kembali kepada pilihan kita, mana yang membuat kita paling bermakna..
Terlalu banyak yang kita inginkan tapi terlalu sedikit waktu yang kita punya untuk menggapainya..

Waktu sangatlah mahal bahkan terlalu mahal untuk bisa dihargai, waktu tidak dapat ditarik mundur kembali, tetapi kenapa masih banyak dari manusia yang membuang-buang waktunya ataupun menukarkan waktunya untuk suatu hal materi yang kecil.

human psychology of time


Sunday, September 22, 2013

Tembok baru, Ujian naik level

Akhir-akhir ini ku makin banyak mencemaskan hal-hal tentang masa depan..
tapi tentu saja hal ini wajar, karena di tahun terakhir adalah masa transisi dimana kita harus bersiap untuk berpindah dari tempat yang kita telah beradaptasi menuju ke jenjang yang tidak pasti dan menuntut kita untuk kembali berada di kondisi tidak nyaman, kondisi untuk kembali bersusah-susah untuk beradaptasi

kondisi yang terus terulang dan tiap pengulangan siklusnya makin berat, saat ditahun akhir SD menuju pilihan SMP tidak terlalu dipikirkan, karena orang tua yang memikirkannya. saat SMP menuju SMA kita mulai memilih kemana kita akan melanjutkan, karena disini kita sudah punya lebih banyak teman dan teman telah menjadi salah satu support system bagi kita saat itu, sehingga pertimbangan kemana akan lanjut cukup andil besar dari mereka. Saat ditahun terakhir SMA, memilih Kuliah jadi lebih besar lagi otoritas dari sendirinya, karena pada tahap ini kita punya cukup banyak informasi, pilihan yang tersediapun beragam, dan pada diri kita telah tertanam value dan telah dibalut dengan minat serta mimpi pribadi diri kita masing-masing, walaupun tetap ada unsur pertimbangan dari orang tua yang cukup besar. tetapi saat SMA ini kita telah dapat berargumentasi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Dan kini aku kembali sampai di tembok besar itu lagi, di tahun akhir masa Kuliah S1, kini pilihan menjadi begitu berat, karena perubahan berikutnya akan berefek lebih besar dan panjang dari sebelumnya.

Antara Bekerja atau langsung melanjutkan studi, jika bekerja akan bekerja apa sedangkan kalau ingin melanjutkan studi, melanjutkan studi apa dan dimana. belum jika harus memasukkan kemungkinan untuk tidak lagi hidup sendiri, pertimbangannya menjadi makin sulit.

kini persiapan dan yang harus dipikirkan tidak lagi seperti sebelumnya yang dapat dipikirkan dan didiskusikan dengan singkat, kini persiapan untuk masuk ke jenjang selanjutnya perlu lebih dipikirkan karena untuk mendapatkan hasil yang minimal saja perlu Usaha dan Usaha apalagi jika ingin hasil yang paling maksimal, tentu harus lebih.

dari kegiatan hari ini, yaitu ke osaka study aboard and job fair, aku kembali menyadari bahwa aku harus mempersiapkan diri untuk menuju jenjang berikutnya dengan lebih baik, ibarat lompat jauh, kita perlu ancang-ancang yang mantap dan pas untuk mendapatkan lompatan yang jauh dan pendaratan yang sempurna. SO LET'S PREPARE THE FUTURE..

Wednesday, September 11, 2013

Semester Baru dipenghujung tahun

Tak terasa memang tiba-tiba 3 tahun telah berlalu dan sekarang ku telah berada disemester 7..

makin banyak wajah yang tidak farmiliar di kampus, mahasiswa baru sudah mulai meramaikan dunia perkampusan..

saat ku berpikir kembali kebelakang, tentang apa yang sudah aku hasilkan dan lakukan selama ini..
ternyata apa yang telah kulakukan selama ini masih sangat-sangat-sangat sedikit, padahal kukira yang kulakukan selama ini telah banyak.. hal ini kusadari saat kucoba melihat ke prespektif yang lebih luas, ternyata memang aku telah melihat aku melakukan banyak hal sebagai individu untuk satu waktu, yaitu saat aku ada disana, dan sepeninggalanku entah dapat terus berjalan atau tidak.. dan ternyata aku sama sekali belum menurunkan cukup hal ke orang yang meneruskan apa yang aku telah mulai selama ini..

saat berbicara secara sistem besar, aku tiba-tiba menjadi kecil, karena ternyata aku selama ini hanya sukses ditataran kelas bawah dimana 60% orang berjuang disana.. saat tiba-tiba masuk ke tingkat yang lebih tinggi dimana 30% orang yang menggerakkan mayoritas orang ini, aku merasa sangat kecil, tidak ada apa-apanya dan benar-benar kosong saat berada ditataran kelas menengah ini, dan ternyata masih ada tingakatan yang lebih tinggi lagi dimana yang menggerakkan kekuatan yang ada disekitar..

tampaknya memang aku harus kembali belajar dan belajar, berlatih dan berlatih, serta memperbanyak datang ke majelis ilmu untuk terus mencari suatu pengetahuan serta pemahaman baru