Monday, May 26, 2014

This Very Day till Wake

pagi ini ku bermimpin tentang sesuatu yang sangat jelas tergambar dalam mimpi..
seperti biasanya semakin lama ku dari menulis semakin sulit untuk merecall mimpi tersebut..

ada 2 mimpi berturut-turut yang masih dapat kuingat.

Diwaktu yang bersamaan dengan kutertidur kembali, skitar pukul 6-7 pagi karena matahari masih malu-malu memperlihakan dirinya, aku bermimpi aku telah bangun dari tidurku
kondisinya saat itu sama denganku, menggunakan baju dan celana yang sama. saat itu aku berniat untuk berkeliling UI mencari udara segar dan sedikit berolahraga.
saat berjalan sepanjang jalan aku tidak sedang mood untuk berlari, jadi memang simply berjalan-jalan mengobservasi hal-hal yang menarik dan jika memungkinkan berfoto.

saat aku berjalan sudah hampir mencapai psikologi sebelum menyebrang didepan halte psikologi, aku melihat sebuah sepeda merah dengan merek sepertinya BMX ditinggal didekat pos satpam. lalu ada 3 orang perempuan berkerudung yang menggotong seorang wanita yang usianya kurang lebih sama dengan mereka karena pingsan ke halte psikologi agar mendapat tempat yang teduh. Saat melihat itu aku langsung berlari mendekati mereka dan berusaha untuk membantu, tetapi belum sampai diriku membantu perempuan yang pingsan itu sudah dibaringkan dihalte psiko dengan keadaan diagonal, rambutnya ikal, berbaju kemeja putih pendek dan menggunakan rok berwarna biru langit. Aku meminta mereka yang ada disana (tampaknya aku kenal dengan 3 perempuan yang menggotong mereka) untuk menjaganya dulu sembari aku mencari pertolongan ke satpam yang ada di gedung A. aku berlari menuju gedung A, tapi ternyata disana sedang tidak ada yang jaga, kemudian aku berkeliling psikologi sampai akirnya aku bertemu dengan 2 satpam, satu berbaju putih hitam dan satunya hitam-hitam, yang pertama aku rasa mengenal orangnya dan dia membawa HT, satunya farmiliar tapi aku tidak kenal, akupun memberi tahu mereka kalau ada yang pingsan kemudian kami berjalan cepat menuju lokasi tempat dibaringkannya perempuan tadi, sampai sana aku teringat kalau aku punya freshcare untuk membantunya sadar (saat itu aku teringat bahwa saat aku pingsan biasanya diberi bau-bauan alchohol yang 90%).  Sampai disana ternyata sudah ada yang memberikan minyak telon, dan perempuan yang pingsan tadi tampaknya sudah agak tersadar walaupun masih belum bisa banyak bergerak, ia memegang minyak telon yang diberikan padanya sendiri,.

Setelah itu aku pergi sebentar untuk mengambil peralatan medis di gedung A bersama satpam yang berbeda dari sebelumnya, dan saat kembali ke halte tampaknya perempuan tadi sudah cukup pulih untuk kembali beraktivitas, perempuan tersebut kemudian diberi ceramah oleh satpam tersebut.  selesai diceramahi satpam itu ganti sedikit memberi tahu kami tentang kalau ada kejadian yang butuh pertolongan medis, hubungi pak umar karena dia yang bawa mobil fakultas dan yang membawa peralatan medis, dan kata-kata tersebut diulang 2 kali setelah mengatakan bahwa aku sudah pernah diberi nomor handphonenya. Satpam itupun pergi. Kemudian aku membuka hp kecilku untuk mencari nomor kontak bapak umar, aku scroll naik turun berkali-kali tapi tak kunjung kutemukan.

Saat sedang asyik mencari kontak, perempuan yang baru tersadar itu memperkenalkan dirinya (tapi tak ingat apa yang ucapkan) dan kemudian ingin untuk segera balas budi dengan bersedia untuk dimintai apapun, lalu karena saat itu sudah pagi namun jam kuliah masih cukup jauh dan orang-orang yang ada disitu tampak capek, aku mengusulkannya untuk bernyanyi lagu gembira sebelum pergi. Yang lain menyetujui dan perempuan tadipun setuju. Kita semua perpindah dari halte psiko menuju jalan masuk psikologi yang menuju alfa dan kita naik ke atas bukit yang  ada haltenya  (walaupun dimimpinya sepertinya ada satu bukit lagi didepan situ, ia bernyanyi disatu dan yang menonton ada di dibukit yang tadi telah disebutkan). Perempuan tadi bernyanyi dengan sangat indah dan merdu membuat yang mendengarkannya terlena dalam lantunannya, makin lama makin banyak yang berdatangan untuk mendengarkan, mulai dari lagu ke tiga ada sound system dari fakultas yang berwarna putih untuk membantunya bernyanyi dan pada lagu ke lima ada sound systemnya fusi yang warna hitam itu membantu mengeraskan suara dengan lebih baik. disini aku baru mengenali 3 perempuan pertama yang mengangkut mereka (2 2011, 1 2012).

Dan tidak terasa ternyata nyanyian tadi dilakukan sampai sore karena hari menjadi gelap dan tergabung disana anak-anak AAJ sedang menyaji orang-orang yang mendengarkan lagu disana. Disana juga kulihat banyak anak FUSI yang berkumpul disitu untuk juga mengadakan acara setelah magrib, (ada gesang dan syaki). Usia magrib tiba-tiba perempuan tadi tidak lagi terlihat, atau paling tidak aku tidak tahu saat ia pamit. Keramaian disana langsung diambil alih atau dilanjutkan dengan acara sosialisasi MUSMA PSIKOLOGI YANG TAK KUNJUNG SELESAI ITU.  Aku karena tidak bisa mendengar apa-apa disitu pergi ke kamar mandi gedung H lantai dasar untuk buang air kecil, seperti biasa 2 dari 4? Tempat disana “out of service” saat mencuci tangan usai buang air kecil aku bertemu dengan Hendy yang menggunakan topi merah berbaju biru namun terlihat lebih berisi ketimbang yang sekarang ini. Ia mengatakan atau mengingatkan aku sesuatu tentang sesuatu (aku lupa dia ngomong apa). Setelah itu aku berpikir sambil mengingat-ngingat dan kembali ke bukit yang ramai orang tadi untuk kutemukan acara sudah selesai dan tinggal orang-orang yang membereskan sound system. Aku menyapa mereka untuk berpamitan.

Saat ingin kembali ke kosan entah mengapa aku terpanggil untuk menuju bukit depan alfamart, karena muncul gambar tas besar dengan mulut menganga diatasnya  tergeletak di samping pohon flying fox gandewa. Saat keatas aku benar melihat tas itu ada walaupun saat kusampai disana dalam keadaan bercover bag dan tampak terisi walaupun tak berat. Kemudian aku mengambil tas itu karena aku merasa itu milikku, karena disana tampaknya ada beberapa pekerja atau tukang yang sedang menebang dan membersihkan sesuatu disana yang klihatannya menggunakan tas milikku, maka aku menyapa mereka dan memberi tahu mereka bahwa aku ingin mengambil tas tersebut. tapi dari ketiga orang disana tampaknya tidak ada yang kenal benar denganku. Tukang yang kusapa  paling dekat mengatakn dengan lembut bahwa itu tidak bisa, ia kemudian mengambil tasku dan membawanya ke markas mereka seperti camp dan ada papan tulis hitam disana, dia menunjukkan bahwa disana ada angka 2 yang berarti ada 2 tas disana, saat kulihat benar adanya memang ada 2 tas yang sama persis, sama-sama consina baik tas maupun cover bagnya, namun yang satu berwarna hijau yang satu berwarna merah, kemudian kami saling berdialog. 2 tukang lainnya hanya duduk dikejauhan tampak tak peduli, tukang tersebut tampak seperti menghubungi seseorang dan akhirnya memperbolehkanku untuk membawa pulang tas tersebut setelah aku berbicara pada seseorang, tukang tersebut membawaku ketempat yang tak terlalu jauh dari situ, aku melihat 2 orang perempuan berambut hitam pendek, dengan baju berlengan pendek dan menggunakan celana pendek, perempuan yang berkuncir satu ini kemudian menanyakan apa yang terjadi kemudian aku menjelaskan, perempuan itu tampak bingung kemudian ia menanyakan ke perempuan yang tak berkuncir satunya tentang pendapatnya, aku mengenali bahwa perempuan yang dimintai pendapatnya ini adalah El Gandewa, ia menjawab bahwa “itu memang punya kak syanmil” sambil tersenyum sipu, kemudian perempuan yang satunya mengiyakan bahwa aku boleh membawanya pulang dan pergi bersama tukang tadi kembali ke camp.


Sebelum pergi El memanggil sebentar, dan membicarakan tentang mengapa tas tersebut ditinggal begitu saja diatas sana selama beberapa hari terakhir, dan kemudian menceritakan tentang sesuatu  yang tampaknya penting bagiku dan ia. Kemudian aku mengatakan sesuatu padanya dan kemudian pergi dari sana.

Thursday, May 22, 2014

My Interest profile

O*NET Interest Profiler: Score Report

Your interest results:

Realistic30
Investigative22
Artistic19
Social40
Enterprising26
Conventional28
R
I
A
S
E
C
Realistic
People with Realistic interests like work that includes practical, hands-on problems and answers. Often people with Realistic interests do not like careers that involve paperwork or working closely with others.
They like:
  • Working with plants and animals
  • Real-world materials like wood, tools, and machinery
  • Outside work
Social
People with Social interests like working with others to help them learn and grow. They like working with people more than working with objects, machines, or information.
They like:
  • Teaching
  • Giving advice
  • Helping and being of service to people
Conventional
People with Conventional interests like work that follows set procedures and routines. They prefer working with information and paying attention to details rather than working with ideas.
They like:
  • Working with clear rules
  • Following a strong leader

Friday, May 16, 2014

Dunia makin kecil saja

Hari aku berpergian menuju salah satu tempat di kelapa dua untuk briefing kegiatan. Karena belum pernah kesana dan merupakan tempat yang umum didatangi banyak orang maka saat bertanya orang tentang arah menuju lokasi tersebut menjadi sulit.

Abang2 angkot yang ada tidak dapat menurunkan diriku pada tempat yang diminta, membuatku harus sedikit berjalan mencari lokasi, disepanjang jalan banyak yang tidak tahu padahal adalah orang yang berjualan disekitar situ, hanya warga yang kliatan sudah lebih tua yang tahu dimana letaknya.

Dari sana seusai briefing sambil perjalanan balik ke depok, ku berpikir dan merasa ternyata depok ini makin kecil, ui makin kecil, juga dunia ini semakin kecil

Seperti dulu saat masih kecil saat hanya tau cara berjalan hanya bisa mengelilingi seisi kompleks apartemen, tapi begitu punya sepeda langsung bisa menjelajahi 1 kota.

Dulu yang kutek atau mipa terasa jauh jika berjalan sekarang jadi terasa dekat. Ya itulah hidup saat kita mengenal dan terbiasa maka akan lebih terasa nyaman bagi kita. Secara perlahan aku memperluas zona nyamanku ke titik puncak, yang artinya sudah saatnya aku untuk keluar atau jika tidak tidak adalagi perkembangan besar dalam diri karena kurang menantang lagi.

Tetapi saat terpikir untuk keluar dari zona nyaman yang telah dibangun selama 4 tahin terakhir membuatku takut dan cemas.

Aku ingin tetap berada dikenyamanan ini tetapi disisi lain kenyamanan membuatku berhenti belajar secara sungguh-sungguh dan terus menerus.

Your most important value

Value List

Achieving
Adventure
Career
Comfort
Contribution
Creativity
Family
Freedom
Friendship
Fun/Happiness
God
Health
Strength/Vitality
Helping Others
Honesty
Intimacy
Investment
Knowledge
Learning/Growing
Love
Loyalty
Making A Difference
Passion
Power
Security
Spirituality
Success
Trust

Thursday, May 15, 2014

Dunia kerja di pinggiran sana

Hari ini ku mendapatkan banyak pembelajaran dari sebuah rekrutmen

Hidup di pabrik memang terasa kejam dan sedikit kurang manusiawi tapi tetap saja banyak sekali yang terus mendaftar dan mendaftar. Walaupun gajinya bisa dibilang cukup besar tapi ketahanan fisik yang prima adalah wajib.

Berdiri selama 8 jam diruang yang penuh tekanan dan panjang bisa membuat orang yang terbiasa hidup mudah menjadi kewalahan.

Dilemma dan kisah di pagar terdepan penerimaan memicu ketertarikan untuk memahaminya.

Pendidikan disekolah nyatanya tidak dapat membentuk sikap dan perilaku yang membuatnya dapat rerbantu saat memasuki ranah dunia nyata atau dunia kerja. Ketakutan untuk sekedar mengklarifikasi atau bertanya saat belum paham atau mengerti sangat sering terjadi, daripada bertanya pada figur otoritas mereka lebih memilih bertanya pada teman disekitarnya yang padahal juga sama sama tidak mengerti yang kemudian berakhir dengan semua tidak mengerti dan menjadi norma bahwa ketidakngertian adalah biasa. Yang penting tidak dipanggil namanya atau dimarahi tetap lanjut saja walaupun sebenarnya sudah melanggar peraturan.

Baru dari dasar saja sudah banyak praktek feudal dengan memberikan hadiah bagi mereka yang punya otoritas, seolah itu sudah biasa dan memang jadi harusnya seperti itu. Tindakan penuh tipu muslihat dan intimidasipun kerap hadir disuasana seperti itu. Orang yang menyeleksipun dipaksa harus lebih pandai dan berani untuk dapat mengatasi hal tersebut.

Jika praktek seperti itu dengan ketidakstrukturannya, ketidaksistematiaannya dan kespontanannya saja bisa hadir dengàn prevalensi tinggi di lingkungan ini betapa mengerikannya orang2 seperti itu jika berada di posisi yang lebih tinggi.

Berdoa yang terbaik untuk negeriku yang ter cinta ini.

Wednesday, May 14, 2014

Permaianan bukan rahasia AAJ

Kemarin usiaku latihan tenis meja, ku coba sempatkan dirikununtuk mampir menengok acara yang diadakan oleh AAJ seblum akhirnya untuk melanjutkan kegiatan jogging rutin..

Acara kali ini lebih terkesan sebagai acara internal klo menurutku,, karena memang hanya ada aku yang bukan sebagai pengurus inti plus anak kegiatan. Selain itu pada permainan kali ini adalah tentang mengenali orang lain.

Hmmm.. benar benar menantang pikiran karena hampir semua adalah anak anak baru yang tidak kukenal dengan baik, dan menjadi menarik karena malah menggunakan analisis psikologi freudian atau psikoanalisis..

Dan hasilnya 90% tepat sasaran.. jadi ngeri sendiri sampai bisa ngorek-ngorek informasi sedalam itu berbekal 3 kalimat pendek.

Awalnya aku datang hanya untuk melihat sebentar dan lalu akan pergi, tapi permainannya sangat sangat untuk dilewatkan begitu saja, karena permainan semacam itu sangat menyenangkan bagiku.

Mendadak dipaksa untuk ikut berpartisipasi dalam permainan tersebut dan diminta menuliskan 3 kalimat pendek yang menjelaskan diri dan tidak boleh terlalu ngawang juga terlalu obvious.

Berpikit sejenak akhirnya aku putuskan untuk memilih 3 kalimat itu.

1. Datang dan pergi seperti hantu
2. Menggapai mimpi dipuncak tertinggi
3. Berkantung seperti kangguru

Awalnya seperti biasa, karena sedikit yang mengenalkunjadi kebanyakan hal yang tidak cocok benar dengan yang lain selalu terlempar akhirnya didiriku. Saling bertanya, karena saat itu sedikit yang mendeskripsikan dirinya dengan metafora.

Sampai pada satu titik, abram, anak psdm yang paling tau ini (semua tebakannya tepat dan informasi darinya sungguh bermanfaat mengungkapkan jati diri orang lain) teringat bahwa aku selalu menggunakan kantong kemanapun aku pergi. Oke. Keren.

Dan beberapa saat kemudian ia menebak makna nomor dua, suka naik gunung, anak gandewa. Wow. Tepat sekali lagi. Mantap.

Namun yang pertama tidak ada yang mengerti dengan tepat. Kebanyakan berpikir disisi mistis, walaupun tidak sepenuhnya salah tapi bukan itu. Poin bertama aku berusaha untuk menjelaskan keberadaanku di AAJ dimana aku kadang datang lalu pergi begitu saja karena aku memang bukan pengurus dan hanya datang saat diundang (tapi undangannya sering) seperti hantu menjelaskan bahwa aku masih akan bergentayangan dan mengawasi mereka dari sekitar sembari sesekali menampakkan diri sampai keinginanku sebelum mati (sebelum berhenti aktif mengurus) dapat tercapai di AAJ. GANBATTE MINNAAAA !!!!

Setelah dirasakan perjalanannya memang lompatan generasi diperlukan di AAJ, ke negatifan dan priming yang berbeda ketimbang perkumpulan jejepangan pada umumnya diperkuliahan memang harus di negasikan erlebih dahulu. Culture jelek harus diputus.

Tuesday, May 13, 2014

Loyalitas

Ternyata benar saja..

Motivasi yang membuatku dapat terus berkarya dan mengejar mimpi adalah saat apa yang aku perbuat ini adalah untuk diriku dan kelompok yang mempresepsikanku bagian didalamnya..

Need to belong..

Kebutuhan yang sangat tidak terpenuhi satu tahun ini karena sakit berkepanjangan yang memutuskan kontakku dengan dunia..

Seperti kata banyak cerita di anime dan manga yang berasal dari pepatah jepang,  "seseorang akan menjadi sangat kuat jika ia melindungi sesuatu yang penting"  dan tampaknya hal tersebut sangat tertanam dalam diri..

As I am nothing if not protecting something or someone

Jika memang perasaan memiliki dan dimiliki ini sudah tak terbalas karena waktu telah berganti begitu pula orang-orang didalamnya, 2 organisasi yang aku sangat loyal didalamnya, kini jadi berbeda melihat diri ini dari kacamata mereka..

Times make our perceptive about others changes

Aku yang tak terbiasa dan belum mau berubah harus terpaksa berubah cara pandangnya, cara pandang pada 2 organisasi yang sangat aku sayangi dan aku banggakan ini..

Dari yang sangat insider loyal menjadi outsider shadow support.

Kalau memang harus berakhir seperti ini ya sudahlah, mungkin ini waktunya untuk bertransisi memulai lembaran baru, merintis sesuatu yang masih bersih dari presepsi.. yang melihat diri ini sebagai diriku seorang..

Presepsi dan ekspektasi memang menyakitkan jika tak terkelola.

Tuesday, May 6, 2014

Idealis



Results

Your answers suggest you are an Idealist

The four aspects that make up this personality type are:
Spontaneous, Ideas, Hearts and Introvert

Summary of Idealists

  • Make sense of the world using inner values
  • Focus on personal growth and the growth of others
  • Think of themselves as bright, forgiving and curious
  • May sometimes appear stubborn

More about Idealists

Idealists put time and energy into developing personal values that they use as a guide through life. They may seek fulfilment by helping others improve themselves and often want to make the world a better place. Idealists only share their inner values with people they respect.

Idealists are the most likely group to say they are vegetarian, according to a UK survey.
Idealists enjoy discussions about a wide range of topics, particularly those that deal with the future. They are typically easy-going and flexible, but if their values are challenged they may refuse to compromise.
In situations where they can’t use their talents or are unappreciated, Idealists may have trouble expressing themselves and withdraw. Under extreme stress, Idealists may become very critical of others, or lose confidence in their own ability to cope.
Recognition for their work is important to Idealists; however, they are also good at spotting false praise.

Idealist Careers

Idealists are often drawn to jobs where they can help people reach their potential. They are also attracted to careers that allow artistic creativity.

Synthesis

Synthesists are integrators. 
They delight in finding relationships in things which, to others, have no apparent connection. 
In a group discussion, they are likely to champion an opposite point of view, and are therefore valuable in avoiding "group think." 
Synthesists tend to be highly creative people, very interested in change and highly speculative. 
To others, they may appear argumentative at times, and their pattern of thought may appear somewhat disjointed.

Sunday, May 4, 2014

To the ice yet active mountain

Dimulai dari sebuah perjalanan ke suatu gunung tropis yang tertinggi di daerah reginal tersebut..

Hari itu aku yang me lead perjalanan itu sampai pada suatu titik dimana rombonganku berhenti,  saat itu aku terhenti karena kelelahan dan merasa kedinginan. Yang lain hanya setuju untuk berhenti sejenak karena beban terberat ada didiriku, kerilku..

Dalam rombonganku terdiri dari ayahku, ibuku, kedua adikku dan 3 orang lain aku merasa kenal namun tak ingat siapakah dia, kemungkinan besar teman2ku dikampus..

Mereka tampak berdiskusi yang terbagi menjadi 2 kelompok forum yang berbeda..

Aku merasa masuk fase sadar dan tidak sadar sampai kehilangan beberapa waktu yang terlewat begitu saja.. dan saat tersadar aku merasa sangat kuat sehat dan bersemangat..

Dari situ kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan dan berangkat menuju suatu tempat yang memiliki danau yang cukup luas dan disekitar nya terhampar bukit2 untuk menyaksikan matahari terbit dipagi hari.. saat itu pemandangan sangat bagus, matahari bersinar kuning oranye emas kemudian kuning.. sisi langit lainnya berwarna jingga dan ungu.. namun sayang saat itu tak dapat melihat dengan jelas dan dapat memfoto karena terhalang oleh sebuah rumah dan kapal yang berada didekat sana.. theyre moving..

Karena merasa apa yang lain cari sudah cukup didapatkan, keluargaku memilih pulang, sedangkan aku dan teman2ku melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi yang banyak orang ingin kesana namun banyak yang tak berhasil..