Kemarin usiaku latihan tenis meja, ku coba sempatkan dirikununtuk mampir menengok acara yang diadakan oleh AAJ seblum akhirnya untuk melanjutkan kegiatan jogging rutin..
Acara kali ini lebih terkesan sebagai acara internal klo menurutku,, karena memang hanya ada aku yang bukan sebagai pengurus inti plus anak kegiatan. Selain itu pada permainan kali ini adalah tentang mengenali orang lain.
Hmmm.. benar benar menantang pikiran karena hampir semua adalah anak anak baru yang tidak kukenal dengan baik, dan menjadi menarik karena malah menggunakan analisis psikologi freudian atau psikoanalisis..
Dan hasilnya 90% tepat sasaran.. jadi ngeri sendiri sampai bisa ngorek-ngorek informasi sedalam itu berbekal 3 kalimat pendek.
Awalnya aku datang hanya untuk melihat sebentar dan lalu akan pergi, tapi permainannya sangat sangat untuk dilewatkan begitu saja, karena permainan semacam itu sangat menyenangkan bagiku.
Mendadak dipaksa untuk ikut berpartisipasi dalam permainan tersebut dan diminta menuliskan 3 kalimat pendek yang menjelaskan diri dan tidak boleh terlalu ngawang juga terlalu obvious.
Berpikit sejenak akhirnya aku putuskan untuk memilih 3 kalimat itu.
1. Datang dan pergi seperti hantu
2. Menggapai mimpi dipuncak tertinggi
3. Berkantung seperti kangguru
Awalnya seperti biasa, karena sedikit yang mengenalkunjadi kebanyakan hal yang tidak cocok benar dengan yang lain selalu terlempar akhirnya didiriku. Saling bertanya, karena saat itu sedikit yang mendeskripsikan dirinya dengan metafora.
Sampai pada satu titik, abram, anak psdm yang paling tau ini (semua tebakannya tepat dan informasi darinya sungguh bermanfaat mengungkapkan jati diri orang lain) teringat bahwa aku selalu menggunakan kantong kemanapun aku pergi. Oke. Keren.
Dan beberapa saat kemudian ia menebak makna nomor dua, suka naik gunung, anak gandewa. Wow. Tepat sekali lagi. Mantap.
Namun yang pertama tidak ada yang mengerti dengan tepat. Kebanyakan berpikir disisi mistis, walaupun tidak sepenuhnya salah tapi bukan itu. Poin bertama aku berusaha untuk menjelaskan keberadaanku di AAJ dimana aku kadang datang lalu pergi begitu saja karena aku memang bukan pengurus dan hanya datang saat diundang (tapi undangannya sering) seperti hantu menjelaskan bahwa aku masih akan bergentayangan dan mengawasi mereka dari sekitar sembari sesekali menampakkan diri sampai keinginanku sebelum mati (sebelum berhenti aktif mengurus) dapat tercapai di AAJ. GANBATTE MINNAAAA !!!!
Setelah dirasakan perjalanannya memang lompatan generasi diperlukan di AAJ, ke negatifan dan priming yang berbeda ketimbang perkumpulan jejepangan pada umumnya diperkuliahan memang harus di negasikan erlebih dahulu. Culture jelek harus diputus.
No comments:
Post a Comment