pagi ini ku bermimpin tentang sesuatu yang sangat jelas
tergambar dalam mimpi..
seperti biasanya semakin lama ku dari menulis semakin sulit
untuk merecall mimpi tersebut..
ada 2 mimpi berturut-turut yang masih dapat kuingat.
Diwaktu yang bersamaan dengan kutertidur kembali, skitar
pukul 6-7 pagi karena matahari masih malu-malu memperlihakan dirinya, aku
bermimpi aku telah bangun dari tidurku
kondisinya saat itu sama denganku, menggunakan baju dan
celana yang sama. saat itu aku berniat untuk berkeliling UI mencari udara segar
dan sedikit berolahraga.
saat berjalan sepanjang jalan aku tidak sedang mood untuk
berlari, jadi memang simply berjalan-jalan mengobservasi hal-hal yang menarik
dan jika memungkinkan berfoto.
saat aku berjalan sudah hampir mencapai psikologi sebelum
menyebrang didepan halte psikologi, aku melihat sebuah sepeda merah dengan
merek sepertinya BMX ditinggal didekat pos satpam. lalu ada 3 orang perempuan
berkerudung yang menggotong seorang wanita yang usianya kurang lebih sama
dengan mereka karena pingsan ke halte psikologi agar mendapat tempat yang
teduh. Saat melihat itu aku langsung berlari mendekati mereka dan berusaha
untuk membantu, tetapi belum sampai diriku membantu perempuan yang pingsan itu
sudah dibaringkan dihalte psiko dengan keadaan diagonal, rambutnya ikal,
berbaju kemeja putih pendek dan menggunakan rok berwarna biru langit. Aku meminta
mereka yang ada disana (tampaknya aku kenal dengan 3 perempuan yang menggotong
mereka) untuk menjaganya dulu sembari aku mencari pertolongan ke satpam yang
ada di gedung A. aku berlari menuju gedung A, tapi ternyata disana sedang tidak
ada yang jaga, kemudian aku berkeliling psikologi sampai akirnya aku bertemu
dengan 2 satpam, satu berbaju putih hitam dan satunya hitam-hitam, yang pertama
aku rasa mengenal orangnya dan dia membawa HT, satunya farmiliar tapi aku tidak
kenal, akupun memberi tahu mereka kalau ada yang pingsan kemudian kami berjalan
cepat menuju lokasi tempat dibaringkannya perempuan tadi, sampai sana aku
teringat kalau aku punya freshcare untuk membantunya sadar (saat itu aku
teringat bahwa saat aku pingsan biasanya diberi bau-bauan alchohol yang
90%). Sampai disana ternyata sudah ada
yang memberikan minyak telon, dan perempuan yang pingsan tadi tampaknya sudah
agak tersadar walaupun masih belum bisa banyak bergerak, ia memegang minyak
telon yang diberikan padanya sendiri,.
Setelah itu aku pergi sebentar untuk mengambil peralatan
medis di gedung A bersama satpam yang berbeda dari sebelumnya, dan saat kembali
ke halte tampaknya perempuan tadi sudah cukup pulih untuk kembali beraktivitas,
perempuan tersebut kemudian diberi ceramah oleh satpam tersebut. selesai diceramahi satpam itu ganti sedikit
memberi tahu kami tentang kalau ada kejadian yang butuh pertolongan medis,
hubungi pak umar karena dia yang bawa mobil fakultas dan yang membawa peralatan
medis, dan kata-kata tersebut diulang 2 kali setelah mengatakan bahwa aku sudah
pernah diberi nomor handphonenya. Satpam itupun pergi. Kemudian aku membuka hp
kecilku untuk mencari nomor kontak bapak umar, aku scroll naik turun
berkali-kali tapi tak kunjung kutemukan.
Saat sedang asyik mencari kontak, perempuan yang baru
tersadar itu memperkenalkan dirinya (tapi tak ingat apa yang ucapkan) dan
kemudian ingin untuk segera balas budi dengan bersedia untuk dimintai apapun,
lalu karena saat itu sudah pagi namun jam kuliah masih cukup jauh dan
orang-orang yang ada disitu tampak capek, aku mengusulkannya untuk bernyanyi
lagu gembira sebelum pergi. Yang lain menyetujui dan perempuan tadipun setuju. Kita
semua perpindah dari halte psiko menuju jalan masuk psikologi yang menuju alfa
dan kita naik ke atas bukit yang ada
haltenya (walaupun dimimpinya sepertinya
ada satu bukit lagi didepan situ, ia bernyanyi disatu dan yang menonton ada di
dibukit yang tadi telah disebutkan). Perempuan tadi bernyanyi dengan sangat
indah dan merdu membuat yang mendengarkannya terlena dalam lantunannya, makin
lama makin banyak yang berdatangan untuk mendengarkan, mulai dari lagu ke tiga
ada sound system dari fakultas yang berwarna putih untuk membantunya bernyanyi
dan pada lagu ke lima ada sound systemnya fusi yang warna hitam itu membantu
mengeraskan suara dengan lebih baik. disini aku baru mengenali 3 perempuan
pertama yang mengangkut mereka (2 2011, 1 2012).
Dan tidak terasa ternyata nyanyian tadi dilakukan sampai
sore karena hari menjadi gelap dan tergabung disana anak-anak AAJ sedang
menyaji orang-orang yang mendengarkan lagu disana. Disana juga kulihat banyak
anak FUSI yang berkumpul disitu untuk juga mengadakan acara setelah magrib,
(ada gesang dan syaki). Usia magrib tiba-tiba perempuan tadi tidak lagi
terlihat, atau paling tidak aku tidak tahu saat ia pamit. Keramaian disana
langsung diambil alih atau dilanjutkan dengan acara sosialisasi MUSMA PSIKOLOGI
YANG TAK KUNJUNG SELESAI ITU. Aku karena
tidak bisa mendengar apa-apa disitu pergi ke kamar mandi gedung H lantai dasar
untuk buang air kecil, seperti biasa 2 dari 4? Tempat disana “out of service”
saat mencuci tangan usai buang air kecil aku bertemu dengan Hendy yang
menggunakan topi merah berbaju biru namun terlihat lebih berisi ketimbang yang
sekarang ini. Ia mengatakan atau mengingatkan aku sesuatu tentang sesuatu (aku
lupa dia ngomong apa). Setelah itu aku berpikir sambil mengingat-ngingat dan
kembali ke bukit yang ramai orang tadi untuk kutemukan acara sudah selesai dan
tinggal orang-orang yang membereskan sound system. Aku menyapa mereka untuk
berpamitan.
Saat ingin kembali ke kosan entah mengapa aku terpanggil
untuk menuju bukit depan alfamart, karena muncul gambar tas besar dengan mulut
menganga diatasnya tergeletak di samping
pohon flying fox gandewa. Saat keatas aku benar melihat tas itu ada walaupun
saat kusampai disana dalam keadaan bercover bag dan tampak terisi walaupun tak
berat. Kemudian aku mengambil tas itu karena aku merasa itu milikku, karena
disana tampaknya ada beberapa pekerja atau tukang yang sedang menebang dan
membersihkan sesuatu disana yang klihatannya menggunakan tas milikku, maka aku
menyapa mereka dan memberi tahu mereka bahwa aku ingin mengambil tas tersebut.
tapi dari ketiga orang disana tampaknya tidak ada yang kenal benar denganku. Tukang
yang kusapa paling dekat mengatakn
dengan lembut bahwa itu tidak bisa, ia kemudian mengambil tasku dan membawanya
ke markas mereka seperti camp dan ada papan tulis hitam disana, dia menunjukkan
bahwa disana ada angka 2 yang berarti ada 2 tas disana, saat kulihat benar
adanya memang ada 2 tas yang sama persis, sama-sama consina baik tas maupun
cover bagnya, namun yang satu berwarna hijau yang satu berwarna merah, kemudian
kami saling berdialog. 2 tukang lainnya hanya duduk dikejauhan tampak tak
peduli, tukang tersebut tampak seperti menghubungi seseorang dan akhirnya
memperbolehkanku untuk membawa pulang tas tersebut setelah aku berbicara pada
seseorang, tukang tersebut membawaku ketempat yang tak terlalu jauh dari situ,
aku melihat 2 orang perempuan berambut hitam pendek, dengan baju berlengan
pendek dan menggunakan celana pendek, perempuan yang berkuncir satu ini
kemudian menanyakan apa yang terjadi kemudian aku menjelaskan, perempuan itu
tampak bingung kemudian ia menanyakan ke perempuan yang tak berkuncir satunya
tentang pendapatnya, aku mengenali bahwa perempuan yang dimintai pendapatnya
ini adalah El Gandewa, ia menjawab bahwa “itu memang punya kak syanmil” sambil
tersenyum sipu, kemudian perempuan yang satunya mengiyakan bahwa aku boleh
membawanya pulang dan pergi bersama tukang tadi kembali ke camp.
Sebelum pergi El memanggil sebentar, dan membicarakan
tentang mengapa tas tersebut ditinggal begitu saja diatas sana selama beberapa
hari terakhir, dan kemudian menceritakan tentang sesuatu yang tampaknya penting bagiku dan ia. Kemudian
aku mengatakan sesuatu padanya dan kemudian pergi dari sana.
No comments:
Post a Comment