Wednesday, May 22, 2013

Night Jogs

Hari ini gara-gara beberapa masalah yang bertubi-tubi di pagi hari, seusai ngaup di kampus dan mau mengerjakan dikosan, tetiba terbesik rasa untuk ingin jogging.

Rasa suntuk dan lelah setelah seharian berkuliah, ditambah kehilangan kesempatan untuk hadir disebuah seminar yang sangat ingin kudatangi, ku tak mampu lagi untuk lanjutkan pekerjaan itu dikosan..

"AKU BUTUH REFRESHING PIKIRAN DAN RAGA!!!"

sebuah teriakan yang muncul dari seluruh tubuhku, saat itu langsung saja kuputuskan untuk berjogging jika pakaian yang dilaundry hari ini sudah selesai.

Ternyata laundry sudah selesai, sehingga ku langsung bersiap untuk berjogging, ku berganti baju dan jaket..
Jogging kali ini tidak seperti biasanya, kulepaskan semua pemberat dan pengaman yang selalu kubawa, dengan harapan aku dapat berlari lebih cepat dan tanpa harus kelelahan sesudahnya.

Baru kumulai sedikit pemanasan, tetiba adzan magrib telah berkumandang. dilemma akankah kulanjut untuk jogging, padahal niat awalnya pengen jogging sejauh mungkin sampai adzan berkumandang. Saat itu juga kuputuskan untuk jogging setelah sholat berjamaah dimasjid.

seusai sholat magrib aku mengambil headlamp di tas kecil yang biasa kubawa lalu ku sedikit berlari kecil menuju lintasan lari yang mulai gelap.

Awalnya masih agak ngga yakin untuk jogging malam sendirian, tetapi karena tubuh ini sudah sangat ingin jogging, kegelapanpun kuterjang.

Sepanjang perjalanan aku hanya menyalakan lampu infrarednya saja, karena jika menggunakan lampu led putihnya, jalanan jadi terlalu terang dan tidak bisa melihat diluar lingkaran senter.

Pelarian dimulai dari stasiun UI, sampai dengan tiketing masuk UI semua terlihat dan lumayan terang..
memasuki turunan UI wood, semua jadi gelap dan sunyi, dari balik pepohonan banyak muncul kelebat bayang hitam dan putih yang memantul, bau sampah dan pemandangannya pun cukup menyengat, sebelum tanjakan ternyata jalannya hancur-roboh setengah jalan (untung aja ngga terperosok kesana)..

lari dan berlari.. sampai pada tiketing sebelum masuk asrama, dikiri jalan banyak sekali seng-seng yang hancur entah karena apa dengan beberapa bentuk yang agak tidak wajar.. wow sekali..

mulai dari belokan setelah rumah makan mang engking, banyak sekali anjing yang berkeliaran, 4 anjing setinggi lutut dan 7 anjing kecil, agak mempercepat langkah (karena beberapa anjing mengikutiku)

setelah melewati portal asrama-kutek, jalan menjadi sangat gelap tanpa lampu penerangan dan senyap sekali, tanpa suara kecuali kodok dan jangkrik yang bernyanyi.
berpatokan pada bulan yang kala itu sedang terang benderang disertai langit yang cerah ku terus berlari..

entah apa yang kurasakan, entah apa yang kupikirkan, aku mencoba iseng untuk masuk jalur hutan UI, saat itu sekitar jam 18.30, walaupun sudah sering lewat saat matahari masih mengawasi, ku hanya berani untuk ikuti jalan setapak dan tak berani lewati jalur trail, malam makin mencekam, rasa takut akan gelap pun muncul, ketakutan jika terluka atau terjatuh dan tak ada yang menolong dan tak bisa minta pertolongan karena semua alat kecuali senter aku tinggal di kosan (padahal biasanya bawa)

kuterus berlari ditengah gelap sambil hindari kubangan air dan pohon yang tumbang, entah berapa lama ku berada didalam hutan, tapi itu benar-benar merusak "sense of time"ku, terasa begitu lama.. padahal biasanya dengan kecepatan yang setengahnya ini ku dapat lebih cepat sampai

sampai akhirnya ku bisa keluar dari hutan dan keliatannya muncul ditengah-tengah jalur kutek-asrama.. dikejauhan arah kutek terdapat cahaya gemerlap kecil lampu, dan sepanjang jalan kesana gelap tanpa lampu, walaupun begitu jalan tampak lebih terang dan jelas karena mata sudah terbiasa dengan tempat yang lebih gelap saat berada didalam hutan..

kucoba untuk tambah kecepatan karena suasana makin gelap dan dingin serta tak segera sampai pada cahaya diujung sana.

cahaya itu makin dekat..

dan makin dekat lagi..

tapi begitu sampai tempat munculnya cahaya itu, ternyata masih agak jauh dan jalan mulai sedikit menanjak naik, hati agak tertenangkan dengan mulai terdengarnya suara kendaraan dari kejauhan..

Dan akhirnya sampailah kembali diri ini ke jalur manusia, mungkin besok-besok ajak teman dan masuk ke hutan lebih dalam lagi untuk dapatkan sensasi yang lebih mencekam




No comments:

Post a Comment