Perfectionism banyak disebabkan karena sistem pendidikan
kita diIndonesia yang berasal karena anak-anak dari kecil telah diminta untuk
“perform” pada ujian yang diberikan terlalu awal pada tahap perkembangan
mereka. Dan gurupun ikut memberikan
reinforcement pada perfectionism dengan hanya memberikan pujian pada pekerjaan
atau perilaku yang sangat baik juga.
Selain itu, orang tua yang terlalu sering mengkritik anaknya
dan memiliki standar tinggi pada anaknya juga makin memperkuat kepribadian pada
anak. Yang pada akhirnya membuat seolah diajarkan oleh perilaku orang tuanya
bahwa anak-anak dapat berperilaku lebih dan lebih, dan akhirnya mengajarkan
bahwa tidak ada yang cukup bagus.
Ketakutan kita untuk mengecewakan orangtua yang akhirnya
membuat kita jadi perfectionism , karena dengan tidak mengecewakan orangtua membuat kita mendapat menerimaan dan
perhatian.
Selain karena lingkungan, menjadi prefectionis adalah
tentang bagaimana seseorang beradaptasi dengan munculnya perasaan
ketidakjelasan dan ketidakamanan, yang akhirnya dipilihlah cara aturan yang
sangat baku yang mana kadang membuat kita tidak dapat berfungsi dengan baik.
Yang secara perlahan itu kan membuat perfectionis menjadi sulit menemukan
passionnya, menjadi kreatif, dan perasaan menyenangkan saat menemukan ide dan
minat baru.
(cont'd)
No comments:
Post a Comment