Sunday, March 2, 2014

Saat kebingungan melanda

beberapa waktu terakhir karena memiliki lebih banyak waktu berpikir dan merenung
terlintas banyak introspeksi diri akan apa yang sudah terlewat dan cara memperbaikinya jika bisa diperbaiki dan tetap mempertahankannya jika memang hal tersebut baik.

mencoba untuk mentrace hal-hal baik yang sudah terjadi dan kenapa bisa terjadi.

"Kesalahan satu minggu harus ditebus dalam waktu 1 tahun"

kesalahan yang sebenarnya sederhana dan seharusnya masih dapat diperbaiki.
tapi sekali lagi harus berhadapan terhadap rasa takut terhadap orang lain. traumatic dengan hal-hal berbau birokrasi dan ketidakpastian. walaupun kemungkinan itu besar untuk berhasil tapi entah mengapa jadi freezing dan tidak berbuat banyak. berharap rasa takut dan rasa gagal itu tersapu oleh waktu.

Tapi.. ternyata Tidak..

pada awalnya memang perasaan menyakitkan itu hilang untuk sementara, tapi setelah beberapa waktu masalah itu muncul kembali dengan tekanan yang makin besar, meninggalkan luka yang semakin dalam dan makin susah disembuhkan. 

pengulangan perjuangan

pengorbanan waktu

dan perasaan ketidakmampuan

saat ingin melakukan sesuatu memang sangat baik bila tidak berekspektasi terhadap apapun, baik atau buruk. saat terlalu rinci merencana dan terlalu banyak membaca kemungkinan membuatku sangat melihat pada sisi ekstrem. kadang terlalu optimis dan kadang terlalu pesimis.

Just DO Your Best and Let GOD DO The Rest
kata-kata yang selalu coba ku pegang tapi belum dapat dilaksanakan pada semua aspek kehidupan. terdengar mudah tapi pada prakteknya sangat lah sulit. kelekatan terhadap hasil membuat semua usaha yang dilakukan tidak dapat berhasil maksimal.

tetapi tetap saja kenaifan muncul disisi lain.

Kesalahan Setahun Kepengurusan Mau Ditebus Hanya dalam 1 minggu 

tapi ada saja orang lain yang padahal karena perbuatan dan sikapnya telah merugikan banyak orang tetapi merasa tidak ada kewajiban untuk menebusnya dan hanya membiarkan rasa penyesalan menggantikan kewajiban untuk menebus dosa ini.

terkadang rasa sakit atas penyesalan kita terhadap perbuatan yang telah lalu pada orang lain sudah cukup . maaf dari orang yang dirugikan juga masih kurang. karena apa yang kita lakukan seharusnya berefek positif bukan negatif. jika meminta maaf salah atas kesalahan hanya menetralkan. berarti ada kewajiban bagi pelaku untuk mengisi gap antara yang seharusnya dapat kita lakukan.

Mari kita mulai berbuat untuk yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment