sejak semalam aku merasa ingin lari, menghabiskan energi sisa yang tak terpakai beberapa waktu ini.
hingga keinginan itu terbawa kedalam mimpi..
mimpi dimulai keika saya tersadar bahwa saya berada didalam mimpi telah menggunakaan pakaian dan sepatu lari berserta tag peserta lomba lari. dan tampak dikejauhan kerumunan orang beserta banner lomba.
akupun memutuskan untuk menuju kesana. disana ku diberitahu bahwa lomba sudah dimulai dan diminta untuk segera menyusul saja, karena memang belum terlalu jauh dari rombngan, kemudian aku diberi sebuah peta berisikan jalur dan titik yang harus dilewati. akupun membacanya sejenak dan mulai kuberlari dengan kompas dikanan dan peta dikiri.
berlari
berlari
berlari
aku merasakan lari begitu panjang namun tak kunjung menemui rombongan paling depan. semakin lama ku berlari dijalan yang bercampur antara aspal, kon blok, rumput, pasir dan tanah, semakin tersadar pula aku berada didalam mimpi dan mulai bisa mengendalikan tubuh daripada hanya menonton saja. setelah itu langsung ku ubah gaya lari dan cara bernafasku untuk mendapatkan kecepatan lebih tinggi, tak berapa lama ku mulai melewati peserta demi peserta lain hingga akhirnya aku dapat melewati peserta terdepan.
dan aku meninggalkannya cukup jauh. sayang, entah bagaimana saya membaca peta, dan mengikuti satu jalur yang melewati pekuburan dan gang kecil dengan dinding tinggi disebelah kanan dan sungai disebelah kiri. mengikuti peta, belokan kedua saya berbelok ke kiri untuk menyebrangi sungai, tapi ternyata terdapat sebuah gerbang besi penghalang berwarna hitam menghalangiku, terkunci. aku pikir aku bisa memanjatnya dan melewatinya tapi ternyata saat ku liat dari atas, jembatan yang terbuat dari kayu yang dikaitkan ke tali tersebut telah hancur berantakan, mengetahui itu aku kembali turun dan mengulang jalur yang telah ku lewati dan mencari jalan menyebrang lainnya.
saat ku coba susuri kembali sungai kulihat beberapa peserta telah melewati sungai tersebut, ku berhenti sejenak membaca peta mencoba mencari celah untuk menyebrang. kulihat jarak terkecil sungai ada di beberapa ratus meter setelah tempat gerbang yang tertutup tadi. aku berlari dengan kembali dengan kecepatan yang bahkan dalam mimpi membuatku terengah-engah.
sesampainya disana pun kulihat jembatan yang usdah raapuh dan berlubang namun masih disangga oleh tali dan kawat besi yang cukup kuat. jarak sungai memang tak terlalu lebar tetapi arusnya cukup deras dan tampak dalam. tak mau kalah akupun nekad melewatinya, dan entah mengapa aku merasaa sudah sangat sering melewati jembatan ini, dibeberapa mimpi lain.
setelah melewati dengan hati-hati, akhirnya aku sampai diseberang, aku merasa agak lelang dan pusing. ku paksaa diri ini berlari lewati batas karena ku tahu ini hanya mimpi. aku mulai berlari dengan ke empat tungkaiku, mencapai kecepatan yang luaar biasa, menghabiskaan energi pikiran dan tubuhku. orang terdepan makin terlihat, tapi tidak sampai dapat kukejar karena garis finis yang berupa balon yang ditempel diketinggian dijangkaunya terlebih dahulu.
Merasa seolah selalu jadi nomor 2, farmiliar dengan sang juara, akupun hanya melipir menjauhi kerumunan dan pergi kesebuah pintu yang setelah kumasuki aku terbangun dari mimpiku.
No comments:
Post a Comment