entah kenapa beberapa waktu terakhir pikiran melayang pada kisaran apa yang baik yang dapat kulakukan? apa yang sebaiknya ku lakukan? apakah ini benar atau salah..
pertanyaan yang main membuatku mempertanyakan apa yang aku percaya dan ingin ku percaya.
sampai aku menemukan bahwa munculnya pertanyaan ini berarti aku mulai terputus dari wahyu, seringkali ku masih diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar, tetapi jadi sulit juika keduniawian mulai melekat di hati. saat tahu ilmunya tapi tidak dapat melakukannya dosanya berganda tetapi saat tidak tahu bagaimana akan memulai mengerjakannya dengan benar, sedangkan sebuah kewajiban bagi kita untuk mencari tahu hukum perihal apapun hal kita lakukan.
dari pertanyaan tersebut tanpa sengaja aku menemukan bacaan tentang apa itu kebajikan yang perlu dilakukan dan dipikirkan supaya dapat berada dalam jalan yang benar. sedikit mengkopi dari buku ihya ulumuddin karya Al-Ghazali:
Pertama, aku melihat sekelilingku dan memperhatikan bahwa setiap orang mempunyai objek cinta serta kekasih masing-masing, dan tetap ingin terus bersama denggan ang dicintaainya itu hinggaa ke liang lahat. ketika memasuki alam kubur, ia pun dipaksa untuk berpisah dengan yang dicintainya itu. karena itu aku menjadikan amal baikku sebagai objek cinta. hingga saat aku meninggal dunia nanti, amal baikku aakan menyertaiku masuk ke alam kubur.
Kedua, "Dan adapun oraang yang takut kepada kebesaaran Rabbnya, serta menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya," (QS Al-Nazi'at [79]: 40-41). kemudian aku sadar, bahwa firman Allah swt. pastilaah kebenarannya. kemudian aku berjuang keras untuk menahan nafsuku, dan aku merasa puas dengan bersikap taat kepaada-Nya.
Ketiga, aku memperhatikan manusiaa di sekelilingku, dan mendapati bahwa mereka menghargai apa ssaja yang dimilikinya. lalu aku mengkaji firman Allah swt berikut ini,
"Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan yang berada di sisi Allah pasti kekal," (QS Al-Nahl [16]:96
oleh karena itu, aku persembahkan hanya kepada Allah swt. apa saja yang berada dalam penguasaanku.
keempat, aku memperhatikan manusia disekelilingku, dan menyaksikan mereka menggantungkan diri pada harta benddaa dunia, nama besar, kemasyhuran, kehormatan serta kemuliaannya. dan aku mendapaati semua itu tidak berarti apa-apa, terutama saat aku merenungkan makna ddari firman Allah, "sesungguhnya yang termulia diantara kalian pada sisi Allaah adalah siaapa yang paling bertaakwa" (QS Al-Hujurat[49]:13)
oleh karena itu, aku meningkatkan kualitaas ketakwaanku kepada Allah Swt dalam hidup ini, hinggaa aku menjadi orang yang dimuliakaan serta diridhai-Nya.
Kelima, aku memandang maanusia disekelilingku, dan aku mendapati bahwa mereka saaling menikam serta mengutukk dadri belaakang antara satu dengan lainnya, disebabkan rasa dengki dan perasaaan benci yang kerap mendera qalbu mereka. kemudian aku memperhatikan firmaan Allat swt. "Kami 9Allah) elah membagi-bagikan penghidupan di antaara mereka dalam kehidupan di alam dunia ini," (QSS Al-Zukhruf [43]: 32).
Oleh karena itu, ssegeraa ku tinggalkaan rasa dengki serta rasa benci, untuk bisa menyadari bahwa rezeki seluruh makhluk ini ditetapkan berasaal dari sisi Allah swt, dan aku agak menjaga jarak dari manusia yang terlalu mempersoalkannya.
keenam, aku memperhatikan manusia disekitarku, dan mendapati bahwa mereka saling berbuat durhaka antara satu dengan yang lain. bahkan, banyak di antara mereka saling membunuh demi alasan yang sama seklai jauh dari kebenaran. lalu aku mendalami makna firman Allah swt, " sesungguhnya setan itu adalah musuh yang sejati abgi kalian. oleh karena itu, perlakukanlah ia sebagai musuh," (QS Fathir [35]: 6).
karenanya, sejak saat itu aku telah menjadikan setan sebagai musuh utamaku, dan tidak lagi memusihu sesama manusia.
ketujuh, aku menyaksikan manusia disekelilingku, dan mendapati mereka mencari penghidupan masing-masing. namun, untuk bisa mencapai tujuan yang dimaksud, mereka bersedia menghinakan diri sendiri dan melakukan hal-hal yang dilarang oleh aturan agama. kemudian aku mencermati makna firman Allah Swt, "dan tidak ada satu binatang melata pun dipermukaan bumi ini, melainkan Allah yang akan memberi rezekinya.
kedelapan, aku memperhatikan manusia disekitarku, dan mendapai bahwa setiap orang cenderung bergantung pada makhluk. sebagian dari mereka bergantung pada harta kekayaan,pekejaan, perusahaan, dan sebagian lainnya pada kesehatan fisik.kemudian aku mencoba untuk mengahyati makna firman Allah swt, "dan siapa saja yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan mencukupkan keperluannya," (QS Al-Thalaq [65]:3).
oleh karena itu, aku segera bersandar dan bertawakal diri hanya kepada ALlah Swt. semata. sebab, hanya dia, dan itu sudah cukup bagiku.
membaca hal itu membuatku teringat kembali dan kembali memperhatikan sekelilingku dan termasuk juga diriku....
Sumber: Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali, galaman 152-154, terjemahan terbitan republika
No comments:
Post a Comment